2020, Pembangunan Sport Center, Jalan Layang dan Tol Dalam Kota Dimulai
MEDAN, Eksisnews.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memastikan di tahun 2020 ini pembangunan sarana berupa sport center, jalan layang menuju Brastagi dan tol dalam kota (Medan) akan segera dimulai.
“Sport center itu mendesak, gubernur (Edy Rahmayadi) sangat berharap itu segera direalisasi di tahun 2020 pembangunan sudah harus dimulai, menyusul pembangunan jalan layang ke Brastagi dan tol dalam kota,” kata Tim Khusus Percepatan Pembangunan Sumatera Utara (Sumut) Arifai Tambunan didampingi M Hanafiah Harahap diruang kerjanya di Kantor Gubsu, Senin (20/1/2020).
Menurut Arifai, diprioritaskannya pembangunan sport center ini, karena sesuai program jangka panjang Sumut yang akan menjadi tuan rumah bersama Aceh, pada pekan olahraga nasional (PON) di tahun 2024 mendatang.
“Jadi, pembangunan memungkinkan mulai Februari 2020 dan diharap gubernur selesai di tahun 2023. Ini menjadi keinginan sekaligus kebijakan strategis,” tambahnya.
Diketahui, pembangunan sport center ini akan menelan biaya mencapai Rp7,8 triliun.”Ini sudah termasuk pembebasan lahan untuk luas areal sport center yakni 322,26 hektar di lokasi Batang Kuis (Kabupaten Deli Serdang),” jelasnya.
Adapun, selain Arifai Tambunan dan M Hanafiah Harahap (anggota DPRD Sumut periode lalu) yang tergabung dalam tim khusus ini, juga masuk didalamnya Parlindungan Purba (anggota DPD RI periode lalu) serta Budi Sinulingga (pernah menjabat kepala Bappeda Sumut).
Dijelaskan Arifai, sedangkan untuk pembangunan jalan layang menuju Brastagi.”Itu akan kita bangun di dua titik, termasuk di kelok sebelas (dekat PDAM) dan dekat Sembahe,” sebutnya.
Jadi, diperkirakan pembangunan dimulai Februari tahun 2020 ini baik sport center, jalan layang menuju Brastagi maupun tol dalam kota (Medan).
“Kita sangat berharap dukungan seluruh pihak agar pembangunan berjalan sesuai target Pak Gubernur,” tambah Hanafiah.
Karena, sesungguhnya Pemprovsu serius dalam kemajuan Provinsi Sumut kedepan, yang melalui konsep yang matang,”Kalau di tahun sebelumnya (2018) gubernur konsentrasi pada pembayaran hutang dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang jumlahnya mencapai Rp1,3 triliun. Itu sekarang sudah dilunasi gubernur di tahun 2019 kemarin,” pungkasnya.(ENC-2)
Comments are closed.