SD Islam Terpadu Al Ihya Wakili Batubara Lomba Budaya Mutu Sekolah Tingkat Nasional 2019

BATUBARA, Eksisnews.com – Budaya    mutu sekolah  merupakan  faktor  penting  dalam membentuk siswa menjadi manusia yang memiliki sikap optimis, berani, terampil, ulet, disiplin, berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.

Sekolah yang memiliki keunggulan  budaya mutu dapat dilihat dari beberapa variabel seperti manajemen  sekolah, proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, kinerja  perpustakaan dan usaha kesehatan sekolah yang bermuara pada capaian prestasi sekolah.

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadisdik) Kabupaten Batubara Ilyas Sitorus bersama anggota DPRD Kabupaten Batubara Amat Mukhtas disela-sela mendampingi Tim Visitasi sekolah yang lolos dalam Lomba Budaya Mutu (LBM) sekolah dari Kemendikbud RI. Kamis (03/09/2019).

“Setelah mengikuti beberapa tahap penilaian, SD Swasta Islam Terpadu Al Ihya, Komplek Perumahan Tanjung Gading, Kabupaten Batubara ini, ditetapkan sebagai mewakili Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara dalam lomba Budaya Mutu sekolah tahun 2019,” tambahnya.

Menurut Ilyas Sitorus, SDS Islam terpadu Kabupaten Batubara merupakan salah satu dari lima kabupaten perwakilan Sumatera Utara yang terpilih sebagai peserta lomba budaya mutu sekolah tahun 2019.

“Untuk itu saya berharap lomba budaya mutu ini dapat menjadi contoh sekolah dasar lainnya di bawah disdik Kabupaten Batubara untuk terus meningkatkan kualitas hasil belajar dan kualitas pendidikan di sekolahnya,” ujarnya.

Ilyas memberikan apresiasi kepada semua pihak pelaku pendidikan khususnya Sekolah Dasar Swasta Islam Al Ihya yang telah mengambil peran aktif untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Batubara, bekerja keras menggali dan mengembangkan potensi peserta didik.

Sementara Tim Visitasi Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Ditjen Dikdasmen, Nur Fitriana mengatakan bahwa sasaran   kegiatan   Lomba   Budaya   Mutu  Sekolah   Dasar (SD) dibagi dalam bahagian dan sasaran diantaranya sasaran LBM SD tahun 2019 sebanyak 1.664 sekolah dasar terdiri atas, kategori SD Rujukan, sebanyak 514 sekolah, kategori SD Negeri (Non Rujukan), sebanyak 514 sekolah, kategori SD Swasta, sebanyak 514 sekolah dan SD Wilayah 3T (Negeri), sebanyak 122 sekolah.

“Kedua, dari seluruh sekolah sasaran BLBM SD akan diseleksi menjadi 150 sekolah untuk dilakukan visitasi,  dan  selanjutnya  akan  ditetapkan  sebanyak  120  sekolah  yang  berhak  mengikuti Grand Final.

Ketiga, komponen  penilaian  LBM  SD
mencakup, pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, ekstrakurikuler, perpustakaan sekolah dan UKS. Dan di setiap sekolah dasar peserta LBM SD wajib  melakukan registrasi secara daring (online) paling lambat tanggal 3 Mei 2019 yang lalu,” jelas Nur Fitriana.

Dari Proovinsi Sumatera Utara, lanjutnya, ada beberapa kabupaten dan kota saja yang mampu mengikuti Lomba Budaya Mutu Nasional 2019 tersebut. “Seperti Kabupaten Batubara, Deli Serdang, Humbang Hasudutan, Mandailing Natal, Kota Padang Sidimpuan dan Pematang Siantar,” tambah Fia dari tim visitasi.

“Dalam kegiatan visitasi penilaian ini dilakukan dengan melibatkan responden kepala sekolah, guru, dan siswa sekolah dalam mencapai budaya mutu,” tambah Nur Fitriana yang akrab disapa Mbak Fia. didampingi Plt Kadis Pendidikan Ilyas Sitorus dan Anggota DPRD Ahmad Mukhtas.

Harapan yang sama juga disampaikan anggota DPRD Fraksi PKS Amat Mukhtas yang juga sebagai salah satu pendiri sekolah tersebut.

Menurutnya sekolah tersebut sama sekali tidak mencari keuntungan namun lebih mengedepankan pendidikan karakter dan agama. Prestasi itu, tambahnya akan menjadi sebagai motivasi dan semangat bagi sekolah ini.

“Ini jadi penyemangat bagi sekolah di Batubara dalam membangun budaya mutu sekolah dengan baik, kedepan kita harus secara bersama-sama dan bersinerji membangun pendidikan, meningkatkan motivasi untuk maju bersama dan berkualitas bersama, menciptakan kompetisi yang sehat untuk kemajuan pendidikan di Batubara,” ujar Amat Mukhtas.

Penilaian lomba dilakukan melalui empat tahap, yaitu penilaian tahap I seleksi administrasi secara online berdasarkan hasil analisis dari berbagai variabel sekolah.

Penilaian tahap II penilaian kinerja sekolah yang didokumentasikan dalam bentuk portopolio.Sedangkan Penilaian tahap III yakni visitasi ke sekolah langsung, dan penilaian tahap IV dengan Presentasi.

Sementara di SD Islam Terpadu Al Ihya untuk penilaian, seperti yang diucapkan Ilyas telah lolos seleksi untuk dilakukan penilaian tahap III melalui visitasi oleh tim penilai dengan responden kepala sekolah, guru, dan siswa.

Pemilihan ini difokuskan hanya pada penilaian mutu pendidikan secara keseluruhan yang mencakup budaya mutu pembelajaran, budaya mutu ekstrakurikuler, dan budaya mutu manajemen berbasis sekolah (MBS).

“SD Islam Terpadu Al Ihya dalam Lomba Budaya Mutu tingkat Nasional ini akan dipersiapkan untuk mewakili Batubara pada even nasional tahun 2019, dan kita berharap semoga kabupaten Batubara bisa menjuarai even nasional tahun ini” pungkasnya. (ENC-1)

Comments are closed.