Soal Uang Rp1,6 M Hilang di Kantor Gubsu, Ismael Sinaga Gantikan Indra Saleh

MEDAN, Eksisnews.com – Hilangnya uang Rp1,6M milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di halaman Kantor Gubsu pada Senin (09/09/2019) menjadi perhatian khusus Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Tiga pejabat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprovsu dinonaktifkan terkait peristiwa hilangnya uang Rp1,6 miliar itu. Penontaktifan itu dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan internal yang sedang dilakukan oleh Inspektorat dan peyelidikan kasus tersebut yang dilakukan aparat kepolisian (Polrestabes Medan).

Wagubsu Musa Rajekshah mengatakan bahwa Pemeriksaan internal oleh Inspektorat terkait hilangnya uang tersebut terus berjalan. Penonaktifkan dilakukanuntuk memudahkan pemeriksaan. “Gubernur sudah menonaktifkan tiga orang pejabat terkait,” terangnya, Senin (23/9).

Tiga pejabat yang dinonaktifkan itu adalah Raja Indra Saleh sebagai Sekretaris BPKAD yang juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKAD, Fuad Perkasa sebagai Kabid Pengelolaan Anggaran BPKAD dan Henri Pohan sebagai Kasubbid Pengelolaan Anggaran I BPKAD.

“Diharapkan kepada tiga orang ini dapat lebih fokus menghadapi pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat . Sehingga masalah ini segera terungkap dan dapat menjadi pelajaran ke depan,” ujar Wagub.

 Selain menonaktifkan tiga pejabat, Gubernur juga menunjuk 4 pejabat untuk mengisi posisi yang lowong. Yaitu Ismael Parenus Sinaga (Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil) menjadi Plt Kepala BPKAD, Halimatusakdiah (Kabid Perbendarahaan) sebagai Plt Sekretaris BPKAD, Mhd Rahmadani Lubis (Kabid Bina Keuda Kab/Kota) sebagai Plt Kabid Pengelolaan Anggaran, dan Ahmad Syafei (Kasubbid Pengelola Anggaran II) sebagai Plt Kasubbid Pengelola Anggaran I. (ENC-1)

Comments are closed.