PD Pasar Komitmen Bela Pedagang, Sunarti: Terima Kasih Banyak Pak Dirut

MEDAN, Eksisnews.com – Sunarti mulai semringah. Senyum perempuan 45 tahun ini terlihat jelas di sela-sela relokasi pedagang tradisional Pasar Timah yang dilakukan PD Pasar Kota Medan bersama Satpol PP, Selasa (24/09/2019).

Sunarti adalah satu dari 322 pedagang pasar yang direlokasi menyusul adanya program revitalisasi Pasar Timah yang digagas Pemerintah Kota Medan. Senyum ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak ini mewakili ekspresi kegembiraan para pedagang pasar tradisional lainnya atas jaminan mendapatkan kios dari Direktur Utama PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya jika proses pembangunan pasar yang baru rampung.

“Alhamdulillah. Terimakasih banyak ya Pak Dirut. Selama ini kami belum ada mendapat kepastian. Kami tahu persis, Dirut PD Pasar yang sekarang sangat komitmen membela pedagang tradisional. Sekali lagi, terima kasih Pak Dirut,” ujar Sunarti berulang-ulang sambil tersenyum saat ditemui wartawan di tempatnya berjualan.

Sunarti mengaku berjualan di Pasar Timah sudah lebih dari 25 tahun. Dia merupakan pedagang minuman. Meski relokasi pedagang sempat mengagetkannya, akhirnya Sunarti dengan senang hati menerima lapak di tempat penampungan sementara.

“Rezeki kan Allah yang atur. Saya yakin Allah tidak akan menukar rezeki saya meski jualan saya harus dipindahkan sementara,” kata Sunarti yang saat ini sementara berjualan di bawah rel MRT karena lapak sementara tempatnya berjualan lagi proses pembersihan.

Sunarti memang tak ingin berkonflik. Begitu mendapat peringatan untuk segera mengosongkan lapak, dia langsung pindah ke bawah rel MRT tersebut. Keikhlasannya itu pun berbuah. Para pelanggannya tak sempat hilang, meski harus pindah tempat berdagang.

Sunarti yakin, kebijakan yang diambil Dirut PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya semata-mata untuk kepentingan pedagang. Itulah yang membuatnya tak ingin berlama-lama pindah.

“Karena revitalisasi dilakukan untuk kepentingan pedagang juga kan,” katanya yakin.

Keyakinan Sunarti timbul setelah PD Pasar memenuhi tuntutan pedagang lewat surat perjanjian yang dilakukan secara tertulis dan ditandatangani Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya dan kuasa hukum pedagang Asril Siregar. Jadi secara hukum, pedagang Pasar Timah tetap memiliki hak di pasar yang baru.

“Jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tidak pindah. Kami dijamin pasti mendapatkan kios di pasar yang baru nanti. Harga kios tidak ditentukan pengembang pasar tapi Pemko Medan. Udah gitu tidak akan ada penggusuran karena pasar dibangun di atas lahan milik Pemko Medan. Sehingga keamanan kami ke depan tetap terjamin,” ujar Sunarti.

Kebijakan Dirut PD Pasar Medan yang memberikan jaminan mendapatkan lapak di Pasar Timah yang baru banyak mendapat pujian dari para pedagang. Hal ini membuat para pedagang tidak keberatan direlokasi ke penampungan sementara.

“Cara-cara persuasif yang dilakukan PD Pasar kami anggap sebagai bentuk penghargaan kepada pedagang. Kami hanya ingin dihargai saja sebagai pedagang kecil. Jadi tidak ada pedagang yang keberatan direlokasi,” kata Sulastri, pedagang bunga.

Perempuan berusia 52 tahun ini mengaku baru kali ini proses relokasi pedagang Pasar Timah berjalan lancar. Berkaca pada peristiwa yang sama sebelumnya, relokasi selalu menimbulkan masalah. Karena kebijakan yang diambil tidak sesuai dengan keinginan pedagang.

“Kali ini tidak ada pemaksaan kehendak. Kami melihat bijakan yang diambil para PD Pasar benar-benar membela pedagang. Baru kali ini pedagang tidak protes dipindahkan ke tempat penampungan sementara,” ujarnya.

Sulastri mengaku berjualan di Pasar Timah lebih dari 25 tahun. Meski ada kekhawatirannya berjualan di tempat penampungan sementara, tapi Sulastri tidak putus harap.

Apalagi menempati lapak sementara hanya enam bulan saja. “Saya percaya, Allah akan memberikan jalan keluarnya. Allah akan mencukupi saya,” ujarnya.

Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya sadar betul gejolak hati yang dirasakan pedagang terkait relokasi sementara. Menurut Rusdi, ini juga bagian dari rencana Allah untuk menjawab persoalan pedagang pasar tradisional.

“Mungkin saja di tempat penampungan sementara adalah bagian dari ujian yang diberikan Allah. Lagian cuma enam bulan. Saya minta pedagang bersabar dulu. Karena Allah beserta orang-orang yang sabar,” ujar Rusdi.(ENC-1)

Comments are closed.