Diduga, PU Bina Marga Deli Serdang Kerjakan Proyek Siluman di Hari Minggu
NAMO RAMBE, Eksisnews.com – Dinas PU Bina Marga Kabupaten Deli Serdang mengerjakan proyek peningkatan dan pengaspalan jalan di Desa Namo Baru Kecamatan Namo Rambe Deli Serdang pada hari libur Minggu (17/11/2019) di saat umat nasrani sedang mengadakan kegiatan ibadah di Gereja GBKP Dusun I Desa Namo Baru. Gereja tersebut persisis berada di tepi jalan yang akan di aspal tersebut.
Dengan akan dilaksanakannya pengaspalan jalan tersebut warga masyarakat Desa Namo Baru Kecamatan Namorambe mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang khususnya Kepada Bupati Bapak Azhari Tambunan dan Wakil Bupati Bapak M.A.Yusuf Siregar. Semenjak Indonesia merdeka tahun 1945 Desa Namo Baru tidak pernah jalan yang ada di Desa Namo Baru diaspal.
“Tetapi di penghujung tahun 2019 ini pemerintah kabupaten mangaspal jalan kami, yang pasti dalam waktu dekat jalan menuju Desa kami pasti bagus walaupun balum semuanya diaspal,” ujar seorang yang mengaju tokoh di desa tersebut yang tidak mau nama nya ditulis ketika ditemui wartawan saat hendak mengikuti acar Kebaktian Minggu.
“Tapi Kenapa dikerjakan pada di hari Minggu saat kami umat Nasrani sedang melaksanakan kegiatan Kebaktian,” tanya warga itu.
Ditambahkannya lagi, bahan material yang base course banyak tanahnya tidak sama dengan yang digunakan di Desa Gunung Klawas. Desa tersebut berbatasan langsung yang saat bersamaan sedang dilaksanakan persiapan pengaspalan juga.
“Dan tidak tau kita, sebagai masyarakat panjang dan lebarnya serta ketebalan aspalnya nanti, karna tidak ada plank proyeknya, yang pasti mau kami masyarakat bagus, sebab dana yang digunakan pemerintah itu termasuk dari hasil pembayaran PBB setiap tahunnya,”katanya.
Arifin selaku yang dipercaya oleh kontraktor sebagai mandor untuk mengawasi pekerjaan tersebut saat ditanya wartawan dilokasi pekerjaan, dan ditanya proyek apa dan mana plank proyek serta siapa nama kontraktornya, menjelaskan bahwa Kontraktor proyek tersebut bernama Syaiful dari Kota Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.
Menurutnya proyek tersebut dikerjakan hari minggu sebab lokasi sering banjir dan ketika ditanya plank proyek berapa panjang lebar serta ketebalan aspal dan dari perusahaan mana sebagai pelaksana pekerjanya, Arifin tidak bisa menjawab dan tertunduk diam.
Samsul Bahri Simatupang dari LSM Toppan RI, yang dihubungi melalui telpon selular tentang ada penemuan pengerjaan proyek yang menggunakan biaya negara mengatakan, proyek tersebut sudah pasti salah sebab tidak ada pengawas yang mengawasi pekerjaan tersebut dalam hal ini Dinas PU Bina Marga Deli Serdang selaku Pengguna Anggaran.
“LSM Toppan RI segera kelapangan temuan ini dan akan segera menyurati Bupati Deli Serdang serta melaporkan temuan ini ke Kejaksaan Negeri Deli Serdangdi Lubuk Pakam,”ujarnya.
Hasil pantauan, beberapa titik desa yang menerima proyek peningkatan dan pengaspalan di Kecamatan Namo Rambe. Jalan Desa Kwala Si Memei sudah selesai dilakukan pelapisan jalan dengan matrial lebih base course dua minggu yang lalu tetapi sampai berita ini terbit belum diaspal tanpa ada plank proyek.
Jalan di Desa Rumah Gerat dari Armed menuju Kecamatan Birubiru sudah dilapis dengan tetapi base course masyarakat sekitar sebelum dilapis dengan dilapis base course dengan Sirtu(pasir batu) yang seharusnya langsung dengan material dan base course plank proyek.
Tetapi di plank proyek tersebut tidak ada volume proyek yang seharusnya ada berapa jumlah panjang dan berapa lebar serta ketebalan aspal ini dikerjakan oleh PT. Paramot Jaya dengan biaya 3.824.411.000.- sumber dana APBD Deli Serdang tahun 2019.
Sehubungan temuan ini ditemukan pada hari libur Minggu, tidak satu pejabat dinas terkait yang dapat di konfirmasi. (ENC-Ian)
Comments are closed.