Bah….Ada ‘Dusun Hantu’ di Percut Sei Tuan?
PERCUT SEI TUAN, Eksisnews.com – Kalau ada sebutan ‘desa hantu’ dalam penggunaan dana desa yang tidak tepat sasaran yang dicetuskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu, tetapi mungkin Menteri Sri Mulyani perlu mengembangkan lagi adanya sebutan ‘dusun hantu’ di suatu desa.
‘Dusun hantu’ yang dimaksud adalah adanya penggunaan dana desa yang tidak tepat sasaran yaitu untuk honor kepala dusun yang dikeluarkan dari dana desa, tetapi di dusun tersebut tidak ada warga yang bermukim untuk dikepalai oleh kepala dusunnya.
Sebutan yang diduga ‘dusun hantu’ ini sangat cocok dicetuskan terhadap dusun 5 (lima) Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Sedang, Sumatera Utara.
Hasil investigasi Eksisnews.com, wilayah dusun 5 tersebut diduga adalah hamparan tanah kosong seluas kurang lebih dua hektar yang tidak berpenghuni dan dipagar tembok setinggi kurang lebih 2,5 meter oleh pengembang.(devoleper). Tidak ada kehidupan warga di dusun tersebut, yang hanya ada rerumputan dan suara jengkrik saja.
Informasi juga menyebutkan, ada kepala dusun yang diangkat dan gaji oleh Kepala Desa Medan Estate di dusun 5 yang tidak mempunyai warga tersebut. Honor atau gaji kepala dusun tersebut bersumber dari dana desa di desa itu dan penggajian itu sudah bertahun-tahun.
Sekretaris Desa Medan Estate Rasmiati yang dihubungi Eksisnews.com Senin (25/11/2019) membenarkan ada wilayah dusun 5 di Desa Medan Estate, tetapi Rasmiati membantah kalau di dusun 5 tersebut tidak ada warganya.
“Ada enam orang warga di sana, silakan saja kalau itu dibilang dusun hantu,” kata Rasmiati sembari mengajak wartawan Eksisnews .com untuk bertemu esok hari guna menunjukkan data dusun tersebut.
Kabid Pemdes pada Dinas PMD Deli Serdang Yahya ketika dihubungi Eksisnews.com Senin (25/11/2019)
malam terkejut adanya informasi diduga ‘dusun hantu’ di Desa Medan Estate tersebut..
“Coba nanti saya cek, apa benar ada dusun yang tidak ada warganya.Kalau hal ini benar bisa diusulkan dusun tersebut agar dihapus saja,” ujar Yahya. (ENC-1)
Comments are closed.