Djohar Arifin Kecam Menteri Belia dan Sukan Malaysia
JAKARTA, Eksisnews.com – Sikap pemerintah Malaysia melalui Menteri Belia dan Sukan yang tidak mau meminta maaf atas ketidak mampuannya menjaga keselamatan tamunya yakni penonton sepakbola Indonesia , dikarenakan dampak kericuhan yang terjadi pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia, Selasa (19/11/2019) dengan kekalahan Indonesia 0 – 2 untuk Malaysia, mendapat kecaman.
“Saya Djohar Arifin Husin, anggota komisi X DPR RI mengecam keras Menteri Belia dan Sukan Malaysia yang secara langsung tidak mau meminta maaf ataupun hanya melalui social media,” kata Djohar kepada wartawan, Senin (25/11/2019).
Bahwa ada pernyataannya tidak tahu minta maaf kepada siapa, menurut Politisi Gerindra ini, semestinya yang dicontohkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia pada saat itu Imam Nahrawi di bulan September, terjadi hal ketidak nyamanan penontotn Malaysisa diJakarta dan Menpora atas atasnama pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan permintaan maaf dan langsung menjumpai menteri belia dan sukan Malaysia di Jakarta waktu itu dan secara resmi menerbitkan surat permohonan maaf pada pemerintah dan masyarakat Malaysia.
“Hal ini maunya dicontoh oleh Menteri Belia dan Sukan Malaysia, jangan seperti seprti itu, itu sangat tidak layak dilakukan minta maaf bukan atas nama pribadi, tapi atasnama pemerintah, karena pemerintah Malaysia tidak mampu menjaga keselamatan tamunya penonton sepakbola Indonesia,” paparnya.
Nah, tambahnya, berdasarkan itulah penonton indonesia yakin bahwa pertandingan di Kuala Lumpur tepatnya di Stadion Bukit Jalil aman dan tentram karena menghargai jaminan dari pemerintah Malaysia dan penonton Indonesia dibagi tempat slot untuk penonton sehingga ini sungguh nyaman untuk indonesia bisa berkumpul disuatu tempat di stadion bukit jalil.
“Tapi, apa yang terjadi, kita sangat-sangat kecewa dan sangat menyesalkan berapa banyak korban penonton Indonesa, dan juga anehnya beberapa penonton Indonesia yang diserang malah di tahan , di tangkap, itu sikap yang sangat tidak bagus,” pungkasnya.(ENC-2)
Comments are closed.