Bekali Mahasiswa Meneliti, BEM FP UMI Medan Gelar Workshop
MEDAN, Eksisnews.com – Workshop Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia (FP UMI) Medan yang diikuti ratusan mahasiswa FP UMi Medan mengusung tema “Wujudkan Universitas Methodist Indonesia Berkarya Lewat PKM” di Aula Kampus 3 Jalan Harmonika Baru Pasar II Medan, Sabtu (7/12/2019).
Ketua BEM FP UMI Medan Desmon JD Siahaan dalam sambutannya menyampaikan, Workshop PKM kali ini hendaknya dimanfaatkan seluruh mahasiswa yang ingin menggali potensi dirinya dalam mengasah kemampuan untuk menulis karya ilmiah.
“Workshop PKM ini sekaligus sebagai aktualisasi diri dan prestasi dalam mewujudkan UMI berkarya lewat PKM,” paparnya.
Ketua Bidang Litbang BEM FP UMI Medan Andry Tarigan menyampaikan bahwa kegiatan ini akan memberikan pembekalan dan pembelajaran terhadap mahasiswa dalam membuat penelitian dan karya tulis ilmiah.
Sementara Dekan FP UMI Medan yang diwakili Wakil Dekan III Dr. Ernitha Panjaitan menyampaikan bahwa workshop PKM adalah review dari dari narasumber terhadap peserta yang mengirimkan karya tulis dan penelitiannya kepada panitia, workshop juga sekaligus untuk mematangkan peserta lomba dan mahasiswa yang memiliki minat menggali potensinya dalam membuat karya tulis ilmiah.
“Sampai hari ini ada 14 karya tulis ilmiah yang sudah lolos seleksi dan ini akan diseleksi lagi untuk mendapatkan karya tulis ilmiah terbaik. Yang kita anggap layak akan kita Submit ke Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan Program Kreativitas Mahasiswa (Simbelmawa). Karya tulis ini kita harapkan bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah,” kata Ernitha sekaligus membuka acara workshop.
Pemateri pada acara Workshop PKM adalah Dosen F MIPA USU Rikson Siburian, Phd yang sudah berpengalaman dalam penyusunan dan penulisan karya tulis ilmiah yang didanai pemerintah dan lembaga.
Dalam paparannya, Rikson menegaskan bahwa seorang mahasiswa tidak akan bisa menulis kalau tidak membaca dan tidak bisa membaca kalau tidak menulis, kemudian mahasiswa tidak bisa meneliti kalau tidak pernah membaca dan menulis.
Secara khusus, Rikson menguas tentang tatacara penyusunan dan penulisan karya ilmiah, baik itu karya ilmiah penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
“Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dipedomani jika ingin mendapatkan dana hibah penelitian dari pemerintah. Salah satunya adalah sistematika penulisan harus sesuai dengan aturan yang ditetapkan, kebaruan informasi dan jangan sampai melewati batas waktu pengiriman,” kata Rikson, lulusan Phd dari Universitas Tsukuba Jepang.
Kemudian, lanjut Rikson dalam pembuatan laporan kita harus sesuaikan semua pengeluaran dengan benar dan sesuai peruntukannya,” tandasnya.
Untuk karya ilmiah pengabdian pada masyarakat, lanjut Rikson upayakan penelitian yang dilakukan memberi manfaat bagi masyarakat, memberdayakan masyarakat dan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan atau perbaikan taraf hidupnya.
Acara workshop juga dihadiri Dekan Fakultas Pertanian : Ir Berton Lumban Tobing M,Si, Wakil Dekan II : Dony Simatupang Sp M.Agb, dosen Sri Pratiwi Aritonang S.Si, MSi dan Ebsan Sianipar SP, MM, MP.(ENC-2)
Comments are closed.