Parsaulian Tambunan : Pelaksanaan FDT ke Depan Harus Terencana

Parapat, Eksisnews.com – Festival Danau Toba (FDT) ke-7 tahun 2019 yang digelar di Parapat, Simalungun resmi ditutup Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut dr Ria Novida Telaumbanua didampingi Ketua Komisi B Victor Silaen serta Anggota Komisi B lainnya seperti Parsaulian Tambunan, Tuani Lumban Tobing, Zeira Salim Ritonga dan Sumihar Sagala di Open Stage Parapat, Kamis (12/12/2019).

Anggota Komisi B Parsaulian Tambunan usai acara berkomentar, bahwa pelaksanaan Festival Danau Toba ke depan harus direncanakan lebih matang dan lebih baik dari tahun ini. Kemudian, pemilihan waktunya harus dipertimbangkan dan bila perlu disesuaikan dengan hari libur.

“Penyesuaian waktu dan hari H  pelaksanaan akan mempengaruhi arus kunjungan dan bisa mengajak serta keluarga untuk mengikuti acaranya. Kalau waktunya bersamaan dengan hari kerja agak sulit bagi keluarga untuk menyesuaikannya. Misalnya, pelaksanaannya dibuat hari Rabu sampai Minggu,” kata Parsaulian.

Pelaksanaan event-event seperti ini, lanjut Parsaulian yang akrab disapa Pak Lian perlu melibatkan semua stake holder yang ada terutama di Kabupaten/Kota yang ada di kawasan Danau Toba.

“Dukungan dari semua elemen akan menentukan sukses tidaknya pelaksanaan FDT ke depan. Sikap ego sektoral dan merasa paling hebat akan membuat pelaksanaan sebuah acara tidak berjalan sesuai harapan. Sekarang saatnya kita duduk bersama membangun kawasan wisata yang ada di Sumatera Utara. Danau Toba adalah milik kita bersama, kenapa tidak kita promosikan sama-sama agar lebih maju dan perekonomian masyarakat disekitarnya bergairah,” tandasnya.

Pada saat acara penutupan kemarin, Parsaulian juga  menginisiasi dan mengundang dua orang turis mancanegara untuk ikut meramaikan acara FDT 2019. Sebagai wakil rakyat merasa kecewa dengan tidak hadirnya kepala daerah yang bersinggungan dengan kawasan wisata Danau Toba.

Sementara Ketua Komisi B Victor Silaen juga mengapresiasi pelaksanaan FDT 2019 bisa berlangsung dengan sukses, hanya saja ke depan perlu persiapan lebih matang dan penentuan waktunya bisa lebih tepat agar masyarakat yang mau hadir bisa menyesuaikan waktunya. “Masyarakat dan pemerintah harus bahu membahu dalam memajukan sektor pariwisata Sumut. Stake holder seperti PHRI, ASITA dan organisasj yang berkaitan dengan wisata serta investor bisa dirangkul untuk mendukung rencana memajukan pariwisata,” tandasnya. (ENC /JP)

Comments are closed.