Wiwiek SW: Triwulan I Belum Terlihat Dampak Ekonomi dari Virus Corona

MEDAN, Eksisnews.com – Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia [BI] Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengakui belum terlihat untuk perkiraan dampak dari  pertumbuhan perekonomian Indonesia, khususnya Sumatera Utara  terutama memasuki triwulan I, karena disebabkan penyebaran virus corona dari China  itu.

 “Penyebaran Virus Corona  diakui berisiko  dan bakal mempengaruhi perekonomian global, cuma kalau ditanya untuk triwulan I ini, kita belum bisa melihat kalau ditanya sekarang ini,” kata Wiwiek Sisto Widayat didampingi Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pelayanan Andi Wiyana, Kepala Grup Advecory dan Pengembangan Ekonomi Ibrahim, saat Bincang Bareng bersama awak Media, Senin (10/2/2020) di Cafe Jukcion Jalan Hang Tuah Medan.

Meskipun adanya ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi global sambung Wiwiek, perbaikan ekonomi global di tahun 2020 akan diiringi dengan peningkatan harga berbagai komoditas. “Harga CPO disinyalir

meningkat didorong oleh keterbatasan stok di tengah peningkatan permintaan, baik dari negara penghasil maupun negara lainnya. Di samping itu, harga kopi dan dan aluminum juga mengalami perbaikan, “terangnya.

Untuk memperkuat momentum pertumbuhan dan mempertahankan stabilitas,  dirinya juga mengatakan ada beberapa fokus kebijakan yang telah diambil berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2020 seperti kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Kemudian strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Kebijakan makroprudensial yang akomodatif ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus finansial yang di bawah optimal dengan tetap memperhatikan prinsi kehati-hatian. Kemudian kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan Otoritas terkait terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata dan aliran masuk modal asing termasuk Penanaman Modal Asing (PMA), “ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga memberitahukan kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 tetap berdaya tahan di tengah kinerja perekonomian dunia yang  melambat yakni 5,02 Persen. 

“Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang tetap baik. Sedangkan kinerja ekspor menurun. Perkembangan keseluruhan tahun 2019 dicapai setelah pada triwulan IV 2019 pertumbuhan ekonomi tercatat 4,97 persen, “pungkasnya.(ENC-2)

Comments are closed.