Kasat Lantas Polres Sergai : Masyarakat Harus Peka Himbauan Pemerintah

EKSISNEWS.COM,  SERGAI – Dalam kurun waktu Januari hingga pertengahan April 2020 terjadi 82 Kasus Laka lantas di wilayah Hukum Polres Sergai. Dari jumlah tersebut 16 orang meninggal dunia, 16 orang luka berat dan 107 mengalami luka ringan. Untuk kerugian materi ratusan juta, rata-rata korban meninggal adalah pelajar.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Lantas Polres Sergai AKP. Agung Basuni SH. SIK Jumat (17/4/2020). Selain itu juga adanya peningkatan kepada aksi balap liar baik dijalan umum maupun di jalan lintas. Hal ini karena dampak libur sekolah hingga jumlah anak-anak yang nongkrong bertambah, dan kali ini hampir setiap malam.

“Masyarakat harus peka terhadap himbauan pemerintah terhadap dampak pandemi Covid-19 yang melanda tanah air, begitu juga para pelajar agar lebih baik melakukan hal yang positif maupun kreatif dirumah ini. Yang harus di kontrol oleh orang tua maupun para guru-guru mereka harus ikut mengontrol dihari libur ini,” jelas AKP. Agung Basuni.

Sebelumnya Kasat juga menerangkan bahwa hampir setiap malam Sat Lantas Polres Sergai melakukan patroli rutin membubarkan lokasi-lokasi balap liar yang dijadikan lapak nongkrong para joki balap liar tersebut. Namun setelah dibubarkan mereka kembali lagi kelokasi tersebut.

“Hampir setiap malam Sat Lantas Polres Sergai menurunkan perwira serta personilnya untuk mengantisipasi balap liar tersebut namun setelah dibubarkan mereka kembali lagi kelokasi itu,” terang Kasat.

Kasat juga mengatakan setiap malam Minggu ada kasus laka lantas baik luka berat maupun meninggal dan korbannya rata-rata pelajar dengan waktu kejadian pada dini hari.

“Malam Minggu kemaren juga terjadi laka di Pantai Cermin korbannya remaja begitu juga malam Minggu sebelumnya korban meninggal juga pelajar ini sangat memprihatinkan, ini harus mendapat dukungan dari orang tua juga pihak sekolah mereka agar angka laka lantas dengan korban pelajar itu dapat di tekan seminim mungkin,” ungkap Kasat. (ENC- rill/NZ)

Comments are closed.