Sign in
Sign in
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan – Walaupun tidak ada izin yang terpampang dari Pemkab Deli Serdang, bangunan tower di Jalan Paluh 80 Dusun XI Paluh Merbau Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan terus berjalan. Diduga bangunan tersebut di bekab oknum aparat TNI dan kepala desa di sana.
Pantauan Eksisnews.com Kamis (30/04/2020), para pekerja tower itu terlihat terus melakukan pekerjaannya walaupun sudah dua kali diberhentikan oleh Sat Pol PP Deli Serdang.
Warga sekitar juga merasa dibodohi oleh kepala desa dengan menyodorkan kertas putih untuk ditangani warga tampa ada pemberitahuan kalau tempat itu akan dibangun tower.
Sekitar 11 orang warga yang diberi imbalan yang Rp 300 ribu setelah menandatangani kertas putih tersebut.
” Kami tidak diberitahu kades kalau tanda tangan dan uang Rp 300 ribu itu untuk keperluan pembuatan tower, kami pikir untuk bantuan corona, kami merasa dibodohi,” kata warga.
Sementara itu Kasat Pol PP Deli Serdang Suriadi Aritonang merasa terkejut kalau para pekerja bangunan tower di Paluh Merbau tersebut masih melakukan pekerjaannya.
“Saya akan tanya kabid saya dulu, karena sudah dua kali diberhentikan kok bisa mereka masih kerja,” ujar Suriadi Aritonang.
Suriadi juga tidak mengetahui kalau bangunan tower di Paluh Merbau tersebut didirikan di lahan milik kepala desa. ” Kalau dibangun di tanah kepala desa, coba tanya kepala desanya kenapa bisa berdiri tanpa ada izin,” kata Suriadi.
Kades Tanjung Rejo, Selamat, enggan menjawab WhatsApp Eksisnews.com saat ditanya terkait pembangunan tower di Dusun XI Paluh Merbau tersebut.
Sementara itu sebelumnya oknum yang diduga aparat yang diduga membekingi pembangunan tower di Dusun XI Paluh Merbau tersebut saat dikonfirmasi Eksisnews.com di lokasi pembangunan tower mengatakan bahwa tower yang akan dibangun tersebut adalah tower milik telkomsel dan oknum tersebut mengatakan kalau soal perizinan pembangunan tower tersebut dari kominfo. ”Ada izinya dari kominfo,” cetusnya. (ENC-Cok)
Comments are closed.