Triwulan II Perekonomian Sumut Turun Tajam, BI: Harus Ada Eksen dari Pemerintah

EKSISNEWS.COM, Medan – Memasuki triwulan II tahun 2020, kondisi perekonomian masih dalam situasi sulit termasuk bagi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang mengalami penurunan yang cukup tajam yakni mencapai 0,43 persen dibandingkan pada triwulan I yang berada di 4,67 persen.
“Kondisi ekonomi kita secara keseluruhan, kami perkirakan agak konservatif dengan pertimbangan beberapa hal, memungkinkan perekonomian Sumut akan berada di sekitar 0,4 persen,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat pada kegiatan rutin Bincang Bareng Media (BBM), Selasa (7/7/2020) di lt. 7 KPwBI Jalan Balaikota Medan.
Menurut Wiwiek, kondisi ini sudah disampaikan langsung kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bahwa ini terjadi bila tidak ada ekses atau upaya dari pemerintah daerah (Pemda).
“Nah, sekarang ini yang bisa kita harapkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, itu hanya dari sumber konsumsi pemerintah, bukan sebaliknya dari konsumsi rumah tangga, itu sudah pasti turun, karena ada banyak pengangguran, ada banyak PHK dan sebagainya. Itu pasti dia akan alami penurunan,” paparnya.
Diakui Wiwiek, pihaknya tidak mengetahui pastinya kapan recovery dari pandemi covid-19 ini.”Sekarang ini saja (bulan) Juli ternyata belum juga kembali. Oke sudah dibuka restoran, toko-toko sudah dibuka, hotel mulai dibuka, tapi lihat yang nginap di hotel itu 1 – 2 orang saja,” jelasnya kembali.
Hal-hal tersebutlah yang menurut Bank Indonesia, ungkapnya, bisa mengungkit ekonomi Sumut hanya bisa di 0,4 persen.
Jadi, intinya harus ada pembiayaan kepada masyarakat, tambahnya, seperti BLT, bantuan pangan, bantuan recovery industri kecil, UMKM dan sebagainya.(ENC-2)

Comments are closed.