KPU Medan Monitoring Coklit Data Pemilih Dititik Terluar Kota
EKSISNEWS.COM, Medan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan terus meningkatkan pelaksanaan monitoring terhadap tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih dititik terluar kota Medan, tepatnya di Kampung Nelayan Lingkungan XII Kelurahan Belawan I, Kamis (6/8/2020).
Monitoring ini di samping memonitor sudah sampai sejauh mana pencoklitan di kawasan terbit juga ingin menyakinkan warga kalau mereka terdaftar sebagai pemilih dalam Pilkada Medan.
Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Kota Medan Divisi Tehnis, M Rinaldi Khair kepada wartawan saat ditemui di lokasi mintoring wilayah tersebut.
Dikatakannya, meski mereka secara geografis tempat tinggal berada di wilayah Hamparan Perak Deliserdang, tetapi secara administratif tempat tinggal mereka difasilitasi Pemko Kota Medan yang masuk dalam Lingkungan XII Kelurahan Belawan. Seperti fasilitas umum, sarana prasarana termasuk sekolah dibangun Pemko Medan.
“Karenanya pada setiap Pemilu dan Pilkada mereka terdaftar sebagai pemilih,” tukasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua KPU Medan Agussyah Ramdhani Damanik mengutarakan bagaimana respon masyarakat di sini.”Nanti kita akan lakukan apa namanya supervisi terus-menerus pada petugas kita di sini guna memberikan pelayanan yang baik. Kita nantinya akan mengidentifikasi potensi-potensi masalah apa yang terjadi di sini kan berbatas langsung dengan Deliserdang,” ungkapnya seraya mengingatkan kepada petugas agar para pemilih nantinya memang warga yang berhak menggunakan hak pilih.
“Dalam monitoring ini, kami juga meninjau titik koordinat lokasi empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan di tempatkan di daerah ini,” paparnya sembari mengajak seluruh pemilih di Kampung Nelayan menggunakan hak pilihnya.
Dalam monitoring ini, pihaknya juga menerima masukan dari petugas PPDP dan tokoh masyarakat apa yang harus dilakukan PPK dan PPS untuk pemenuhan logistik.
Sedangkan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) TPS 16 Lingkungan 12 Kelurahan Belawan I Hermansyah mengutarakan di TPSnya tinggal 2 keluarga lagi yang belum dicoklit yakni Suriadi dan M Herry, keduanya sudah pindah domisili.
Ia juga mengutarakan selama ini pihaknya kesulitan dalam pemilihan lokasi TPS. Karena lokasi yang terpisah laut, agak kesulitan dalam pengangkutan logistik pembangunan tenda TPS.
“Akhirnya pada pemilu lalu kami terpaksa menyewa gedung untuk TPS. Karena kalau mengangkut tenda biayanya lebih besar dari anggaran yang dialokasikan KPU Medan,” tukasnya.
Kegiatan monitoring juga dihadiri para komisioner Nana Minarti dan Zefrizal, Ketua PPK Medan Belawan Vivi Mariyani dan para petugas PPDP TPS 15 Salmiah, TPS 14 Mardiah, TPS 17 Sarawiyah.(ENC-2)

Comments are closed.