Musa Rajekshah : Urusan Rakyat Sumut, Utama !
EKSISNEWS.COM, Medan – Musa Rajekshah yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) juga dikenal sebagai pengusaha dan salah satu tokoh yang membesarkan olahraga otomotif di daerah ini. Namun komitmennya terhadap urusan pemerintahan dan rakyat Sumut tetap dipegang teguh.
Hal itu terungkap saat Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck diwawancari oleh INDIKA FM dalam program TALKATIVE, di Rumah Dinas Wagub, Jalan Teuku Daud, Medan, Kamis (13/8/2020) malam.
Ijeck yang pernah menjabat Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut selama dua periode, serta malang melintang di berbagai cabang olahraga otomotif, menegaskan akan tetap memilih urusan pemerintah dan rakyat jika ada jadwal yang tabrakan dengan kegiatan otomotif.
“Pastinya saya dahulukan amanah jabatan karena menyangkut hidup rakyat Sumut. Kalau hobi saya itu bertabrakan dengan hal penting dengan pekerjaan, saya pilih pekerjaan,” kata Ijeck.
Dalam program radio berdurasi setengah jam itu, Ijeck juga menceritakan awal mula bagaimana dirinya menggeluti otomotif. Orang tuanya memang sejak dulu menggeluti otomotif, meskipun bukan balapan. Ada bengkel yang dikelola orang tuanya.
Ijeck kecil juga menyenangi mainan mobil. Barangkali itu yang membuatnya mulai menyukai otomotif. Namun Ijeck baru kenal balapan pertama kali pada saat menonton balapan di Kota Medan.”Kelas 3 SD pertama kali nonton balapan, di Medan, dulu mungkin di Pulomas grass track. Mobilnya start beramai ramai, sedan sampai jeep di jalan tanah, di situ saya pertama melihat balapan itu dan dari situ saya tertarik,” kenangnya.
Ijeck pertama kali mengikuti balap saat kelas 6 SD, dengan Toyota Hard Top. Sehingga dia dikenal sebagai peserta dengan usia paling muda dan kecil yang mengikuti balap grass track. Sejak saat itu, tekadnya untuk menggeluti dunia balap semakin kuat, hingga akhirnya Ijeck dikenal sebagai pembalap rally yang tersohor di Indonesia.
“Tahun 87 waktu itu saya belum ikut rally, tapi melihat mobilnya saja sudah senang. Kemudian saya punya tekad suatu hari saya mesti ikut rally,” katanya.
Beberapa tahun kemudian tekadnya terwujud. Dengan Corolla DX, Ia pertama kali mengikuti Gudang Garam Rally Internasional dan berlanjut kemudian.”Sampai suatu hari orang tua saya bilang, tak berhenti-berhenti kau balapan. Kalau dihitung uangnya udah berapa, sampai orang tua bilang begitu, saya bilang ya namanya juga hobi. Menurut saya kita harus punya hobi juga, karena hobi itu tempat melepas penat kita sehari-hari dalam kerjaan. Syukur-syukur hobinya punya prestasi,” katanya.
Meski begitu, dukungan keluarga tetap yang paling penting. Orang tua Ijeck berpesan kepadanya agar menjauhi narkoba. “Pesan orang tua saya zaman sekolah, mau balapan apapun saya dukung, tapi jangan sempat saya tahu narkoba. Kalau saya tahu, semua mobil saya tarik. Karena saya senang dengan mobil dan motor saya jadi takut. Jadi saya tidak berani melanggar ultimatum orang tua,” kenangnya.
Ijeck juga memiliki kenangan balapan yang berkesan. Kenangan pertama menurutnya juga menyebalkan. Pada tahun 1997, dirinya mengikuti kejuaraan rally dunia. Menurutnya menjadi bagian peserta saja sudah membanggakan. Namun pada kejuaraan ini, Ijeck kurang beruntung.
Di SS terakhir, kurang dari 200 meter sebelum garis finish, mobil Ijeck menabrak tanggul yang menyebabkan salah satu bagian mobilnya rusak. Lantaran finish sudah di depan mata, Ijeck bersama navigatornya mencoba memperbaikinya. Ia bisa finish dengan 3 ban saja.
Tidak sampai di situ, usai finish, peserta harus melakukan touring yang jaraknya jauh. Agar tidak didiskualifikasi peserta harus melakukan touring. “Karena touringnya jauh itu mobil rontok semua depannya, dan bannya gak bisa jalan. Akhirnya kita didiskualifikasi itulah pengalaman terpahit dalam event,” katanya.(ENC-2)
Comments are closed.