Terjadi di SMAN 2 Percut Sei Tuan, Lahannya Dibangun Laboratorium, Agus Ringo Pasang Plank

EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan – Agus Ringoringo (45) warga Perumnas Mandala, Deli Serdang, Sumatera Utara, merasa keberatan karena lahan seluas 140 m2  yang menurutnya adalah lahan milik istrinya, saat ini sedang dibangun untuk bangunan laboraturium oleh pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Percut Sei Tuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Menurut Agus Ringoringo, sudah beberapa kali dirinya telah menanyakan kepada Kepala  Sekolah SMAN 2 Percut Sei Tuan, yang bernama Marsito, kenapa lahan miliknya  yang berada di Jalan Pasar 12 Desa Bandar Klippa, tersebut dibangun oleh pihak SMAN2 Percut Sei Tuan,  tatapi hal tersebut  tidak membuahkan hasil.

Lanjut Agus, dirinya membeli lahan tersebut dengan surat SK Desa Bandar Klippa 2016,  yang ditandatangani  oleh Kepala Desa waktu itu Mahluddin Nasution. “Saya keberatan, kenapa tanah saya dibangun oleh pihak SMAN2 Percut Sei Tuan, saya akan laporkan hal ini ke pihak kepolisian, ” ujar Ringo  saat memasang plank tanah miliknya di tanah yang dibangun oleh pihak SMAN2 Percut Sei Tuan tersebut, kepada eksisnews.com Senin  (12/10/2020) siang.

Agus bertekat , kasus yang menurutnya penyerobotan ini, akan dibawa ke ranah hukum untuk membuktikan siapa yang benar. “Saya akan laporkan hal ini ke polisi sampai ke pengadilan, sampai siapa nanti yang benar dalam masalah ini ” jelas Agus.

Sementara itu Marsito, ketika dikonfirmasi eksisnews.com, terkait lahan yang saat ini sedang dibangun gedung laboratorium sekolah mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan mencabut plank  yang dipasang Agus Ringoringo.
“Biar saja dipasang plank oleh Agus Ringoringo, itu sebagai bukti nanti di polisi, ” ujar Marsito saat hendak meninggalkan gedung sekolah.

Menurut  Marsito, pihaknya saat ini mendirikan bangunan gedung laboraturium yang bersumber dari dana DAK di lahan yang diklaim milik Agus Ringoringo tersebut bersadarkan, SK Desa yang juga ditandatangani Kepala Desa Bandar Klippa  lMahluddin Nasution tahun 2015.

“Sesuai gambar, lahan itu masih masuk areal sekolah,” katanya.

Pantauan di SMAN 2 Percut Sei Tuan, selain bangunan labaraturium  yang dikerjakan dengan swakelola dengan dana Rp 370.016.000, sekolah tersebut juga mendapat DAK untuk bangunan kelas baru tiga lokal sebesar Rp 702 030.000 serta dua kamar mandi dan jamban  sebesar RP 367.392.000. (ENC-1)

Comments are closed.