Cabai Merah Tembus Rp65 Ribu, Daging Ayam Rp38 Ribu
EKSISNEWS.COM, Medan – Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat pada hari ini kembali mengalami kenaikan. Tidak tanggung-tanggung salah satu komoditas penyumbang inflasi besar yakni cabai merah naik dan menembus level Rp65 ribu per Kg. Harga cabai memang bergerak variatif, ada yang menjual di angka Rp60 ribu hingga Rp65 ribu. Tetapi kenaikan harga cabai merah untuk hari ini saja berkisar 33% hingga 45%.
“Harga cabai di akhir pekan kemarin sempat bertengger dikisaran Rp40 hingga Rp43 ribu per Kg. Masih kita telusuri penyebab kenaikan ini. Namun kuat dugaan suplly cabai menurun dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Daging ayam juga demikian, mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat betahan dikisaran 36 ribu per Kg,” kata pengamat ekonomi, Gunawan Benyamin, Senin (21/12).
Jauh hari, dikatakan Gunawan, dirinya sudah memperingatkan adanya potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Dikarenakan oleh banyak hal tentunya. Namun, menjelang Natal – Tahun Baru (NATARU), banyak hal yang memang tidak terantisipasi dengan baik. Sehingga, membuat harga pangan justru meroket.
“Dan sayangnya, saya belum melihat instrumen apa yang bisa diambil oleh pemerintah daerah dalam menstabilkan harga pangan tersebut,” ujarnya.
Pada dasarnya aktifitas sosial masyarakat jelang NATARU ini bisa diproyeksikan, dan selalu itu-itu saja polanya, katanya, Banyak ibadah untuk Natal, dan banyak yang berwisata menjelang tahun baru. Tetapi sepertinya pemerintah memang tidak mempersiapkan instrumen kebijakan dengan baik. Yang ada justru harga pangan tetap naik sekalipun selalu ada klaim bahwa stok atau pasokan tersedia cukup.
Pasokan bukan satu satunya yang dijadikan patokan dalam menentukan harga. Distribusi, cuaca, bahkan perayaan keagamaan juga bisa membuat ketidak seimbangan antara pasokan dan permintaan terjadi di pasar.“Setiap tahun kita selalu berhadapan dengan inflasi tinggi saat NATARU serta Ramadhan dan Idul Fitri,” tambahnya.
Kenaikan harga ini jelas tidak menguntungkan konsumen. Petani juga lantas tidak diuntungkan disitu. Logikanya begini, paparnya, disaat ada petani yang fokus beribadah, mereka mengurangi aktifitas diladang. Tidak melakukan panen. Sehingga supply bermasalah, dan menguntungkan segelintir pedagang yang tetap berjualan. Meksipun akan ada banyak pedagang yang juga fokus beribadah.
Nah disaat panen, jelasnya, hasil melimpah, harga bisa turun. Petani yang panen serentak tidak akan menikmati keuntungan besar dari hasil panennya. Dengan melihat pola seperti itu saja, seharusnya semua pihak sudah bisa memperkirakan kemana harga kebutuhan pokok itu akan bergerak nantinya.
“Sejauh ini, saya melihat kontribusi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut akan memicu inflasi setidaknya sebesar 0.3% di desember ini. Itu angka sementara, bisa saja berubah. Tetapi kalau tren harga kebutuhan masyarakat begini terus, maka perubahan nantinya bisa saja ke angka inflasi yang lebih tinggi,” ucapnya.(ENC-2)
Comments are closed.