Paripurna Usulan Defenitif,  Akhyar: Saya Walikota dengan Masa Jabatan Tersingkat

EKSISNEWS.COM, Medan – DPRD Medan menggelar rapat paripurna dengan agenda pengusulan defenitif  Akhyar Nasution menjadi Walikota Medan pada Selasa (26/1/2021) di gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.

Tampak hadir dalam rapat tersebut Ketua DPRD Medan Hasyim beserta jajaran pimpinan DRPD Medan dan beberapa anggota DPRD lainnya. Plt Walikota Medan Akhyar Nasution dan Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman.

Saat ditemui usai mengikuti paripurna, Akhyar Nasution mengatakan jika dirinya jadi dilantik menjadi Walikota Medan definitif dirinya akan menjadi Wali Kota dengan masa jabatan tersingkat di Indonesia. “Ya kalau saya jadi Walikota nanti, misalnya SK usulan ini bisa diproses, saya akan jadi Walikota dengan jabatan tersingkat di Indonesia. Hanya beberapa hari saja,” ujarnya, Selasa (26/1/2021).

Akhyar berujar, bahwa pengusulan pengangkatan dirinya melalui rapat paripurna ini sudah terlalu lama jika dihitung sejak keluar nya SK pemberhentian Dzulmi Eldin sebagai Walikota Medan. “Surat Keputusan pemberhentian Dzulmi Eldin sudah keluar 15 Oktober, jadi ada sekitar 3 bulan ini baru diproses pengangkatan nya,” ungkapnya.

Dikatakan nya, selama masa tersebut Kota Medan tidak memiliki Wali Kota. Karena dirinya hanya sebatas pelaksana tugas. “Jadi selama ini Medan tidak ada Walikota nya. Karena saya kan Plt saja, wewenangnya tentu berbeda,” ucap dia.

Saat ditanyai apakah dirinya ada menerima salinan SK pemberhentian Dzulmi Eldin pada Oktober 2020 lalu, Akhyar mengaku tidak mengeceknya karena saat itu dirinya sedang mengambil masa cuti. “Enggak tahu, saya enggak cek karena kan waktu itu saya masih cuti,” ucapnya.

Akhyar mengatakan terdapat kekosongan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Medan selama sekitar tiga bulan.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab hal tersebut. “Ya, SK pemberhentian Walikota sudah ada Oktober lalu. Berarti sudah tiga bulan tidak ada yang menggantikan posisi Walikota. Saya pun tidak mengerti apa penyebab nya,” ujarnya.

Akhyar menuturkan, terdapat hal yang tidak benar dalam tata pemerintahan Kota Medan karena kejadian ini. Ia berharap ada perbaikan ke depannya. “Ini menunjukkan ada kesalahan dalam tata pemerintahan kita. Semoga ini tidak lagi terjadi ke depannya,” ungkapnya.

Meskipun jika resmi dilantik menjadi Walikota Medan dengan masa jabatan yang sangat singkat, Akhyar mengaku realistis untuk program yang akan dilakukan nya.

“Ya ini kan kalau jadi saya hanya beberapa hari saja jadi Wali Kota. Itupun kalau jadi. Ya realistis saja lah, apa yang bisa dilakukan beberapa hari. Hal-hal yang bisa dilakukan tentu dilakukan tapi yang bisa dilakukan dalam waktu dekat saja,” pungkasnya.(ENC-2)

Comments are closed.