Arief Tampubolon Minta Gubsu Tinjau Ulang Proses BOT Tiga Aset BUMD
MEDAN, Eksisnews.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi diminta untuk meninjau ulang proses Build Operate and Transfered (BOT) tiga aset milik BUMD PT Aneka Industri Jasa (AIJ).
Permintaan itu karena ada hal mencurigakan dalam proses yang begitu cepat dilaksanakan.
“Kita menduga ada kejanggalan dalam proses BOT itu, makanya kita minta Gubsu meninjau ulang prosesnya,” ucap Caleg DPRD Provinsi Sumut dari Partai Demokrat, Dapil Sumut 5, No. 7 Muhammad Arief Tampubolon SH di Medan, Minggu (17/2/2019).
Menurut Arief, kejanggalan tersebut terlihat dari proses akhir yang dilakukan, yaitu terjadi sebelum Pilgubsu 2018 dilaksanakan.
Ada tiga aset yang di BOT milik PT AIJ, di antaranya gedung kantor PT AIJ di Jalan Merak Jingga, gedung kantor yang ditempati Dinas Pariwisata Sumut Jalan Ahmad Yani dan lahan serta gedung di atasnya di Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kita tidak tahu dengan perusahaan apa saja BOT itu dilakukan. Atau hanya pada satu perusahaan (PT) saja. Apa nama PT nya juga kita tidak tahu. Dan berapa sebenarnya nilai BOT tersebut, serta berapa nilai yang masuk ke kas pemerintahan provinsi,” ujar Arief.
Dia juga menduga BOT yang dilakukan begitu cepat pada saat itu, karena diduga ada faktor tertentu.
“Kalau tidak salah dipertengahan 2017 BOT itu diumumkan. Pengumumannya di salah satu media cetak lokal. Dan pada awal 2018 sebelum Pilgubsu, BOT nya itu sudah clear. Itu masa Tengku Erry Nuradi gubernurnya,” terangnya.
Arief berharap Gubsu Edy Rahmayadi segera memanggil para oknum pejabat Pemprov Sumut yang terlibat dalam proses BOT tiga aset milik PT AIJ tersebut.
“Karena kita tahu pada saat itu banyak anggota DPRD Sumut yang mempertanyakan BOT tersebut. Namun sampai saat ini tidak ada penjelasan resmi dari Pemprovsu tentang hal itu. Sepertinya ada hal yang sengaja ditutup-tutupi. Saya juga pernah jumpa dengan salah satu oknum pejabat yang terlibat dalam BOT, dan pejabat itu mengeluh,” jelas caleg demokrat ini. (ENC-1)
Comments are closed.