Universitas Harapan Medan Beri Edukasi Jawab Tantangan Era Revolusi Industri

MEDAN | Eksisnews.com – Fakultas Bahasa dan Komunikasi Universitas Harapan Medan, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang arti pentingnya bahasa dan kebudayaan dalam menjawab tantangan di era Revolusi Industri saat ini.
Hal itu terlihat dari suksesnya Seminar Nasional yang digelar Universitas Harapan Medan dengan tema “Optimalisasi Bahasa, Budaya, Pariwisata dan Pemuda di Era Revolusi Industri 4.0”, di Aula Kampus I Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar), Jalan Imam Bonjol No.35 Medan.
Dalam kata sambutannya, Ketua Panitia Seminar, Dr. Bima Prana Chitra, M.Hum. mengatakan, bahwa pihaknya berinisiatif mengadakan seminar tersebut sebagai jawaban dari tantangan era revolusi industri.
“Kami berinisiatif mengadakan seminar nasional lintas ilmu bahasa, budaya, pariwisata dan pemuda ini, tidak lain untuk menjawab tantangan Era Revolusi Industri 4.0. Bahasa adalah medium, bahasa adalah kunci”, ucap Bima dalam sambutannya.
Selain itu Bima mengatakan, bahwa bahasa juga merupakan cara yang paling ampuh untuk bisa bersinergi dengan berbagai ilmu yang menjadi tantangan dalam dunia era revolusi saat ini.
“Tak bisa kita pungkiri, bahwa dengan bahasa lah, kita mampu bersinergi dengan bidang ilmu lainnya. Dan saat itulah kita mampu menjawab tantangan era cyber hasil kreasi Kaum Milenial yang serba canggih, cepat dan praktis ini. Tanpa kita sadari, saat ini kita hanya memiliki dua pilihan, yakni kita yang menguasai teknologi atau teknologi yang menguasai kita”, tegas Bima didepan ratusan peserta yang memenuhi seminar tersebut.
Seminar Nasional tersebut, berlangsung sejak pukul 09.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib. Kesuksesan seminar tersebut pun disambut positif oleh pihak pengurus Yaspendhar, Drs. Awaluddin Sibarani, M.Si dan Rektor Universitas Harapan Medan, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, S.E., M.Si.
Dekan Fakultas Bahasa dan Komunikasi Universitas Harapan Medan, Dr. HJ. Wan Anayati, M.A mengatakan, waktu persiapan dalam menyelenggarakan seminar itu sendiri sangat lah singkat. Namun berkat dukungan berbagai pihak, seminar nasional tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Persiapan seminar nasional ini hanya kurang dari dua bulan. Saya ucapkan terima kasih kepada ibu rektor yang telah memberikan kepercayaan dan segala bantuannya. Ini semua berawal dari usulan Kaprodi Bahasa Jepang kami, Muhammad Pujiono, M.Hum., Ph.D. yang direalisasikan oleh Pak Bima dan teman-teman. InsyaAllah seminar ini akan menjadi agenda rutin kami empat tahun ke depan”, tutup Hj. Wan Anayati.
Dalam mengisi seminar itu, dihadirkan empat narasumber yang terdiri dari kalangan dosen dan praktisi. Mereka adalah Dr. Belli Nasution, S.IP., M.A. (Universitas Riau, Pekanbaru), Angga Dwi Martha, S.Ap., M.A., MALD. (Cohort 2030, Jambi), Harry Florentinus (HRD Artotel, Jakarta) dan Dr. Hj. Wan Anayati, M.A. (Dekan Fakultas Bahasa dan Komunikasi Universitas Harapan, Medan), serta dihadiri oleh sekitar 250 peserta seminar dari berbagai daerah.(E3)

Comments are closed.