Ini Tujuan Digelar Dialog Publik Napak Tilas Kejayaan Kesultanan Bahren Kota Pinang
MEDAN, Eksisnews.com – Tiga lembaga yang konsen dan peduli terhadap budaya di Sumatera Utara akan menggelar
Dialog Publik Napak Tilas Kejayaan Kesultanan Bahren Kota Pinang betempat di Gedung Santun Berkata Bijak Betkarya (SBBK) Jalan Bukit Kota Pinang Labusel, Sabtu (22/12) mendatang.
Tiga lembaga tersebut yakni Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara
(IPPSU), PB Ikatan Keluarga Besar Labuhan Batu Selatan (IKLAS) dan Yayasan Daun Sirih Sumut.
Menurut Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari Sinik kegiatan yang akan digelar tersebut adalah rujukan dari suatu program yang dibangun, terkait dengan UU Nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan cagar budaya nasional.
“Sumatera Utara saat ini memiliki hampir lebih kurang 200 cagar budaya dan kawasan kota tua yang hilang dan tidak terawat.
Diantaranya berada di kawasan pantai timur yang dahulunya banyak kerajaan melayu itu banyak yang hilang dan banyak yang dibakar saat revolusi sosial pada saat itu,” ujar Azhari didampingi Pembina Yayasan Daun Sirih Sumut Syahlan Jukri Nasution pada temu Pers di Medan Kamis malam (15/12)
Niat melaksanakan acara ini katanya, dalam rangka membangun dan mengangkat peradaban kembali ke permukaan, agar generasi penerus tahu, bahwa ada peradaban budaya yang cukup penting dan dipertahankan.
“Jadi satu bangsa yang tidak memiliki budaya itu jelas bukan bangsa yang baik. Inilah upaya kita dengan tahap awal membangun dialog publik, untuk mengungkap bahwa Kesultanan Bahren, yang memiliki kejayaan jaman era m
melayu dan Kota Pinang merupakan kawasan pertama kawasan kantor Gubernur Sumatera Timur,” ungkap Azhari.
Azhari berharap Gubernur Sumatera Utara harus hadir dan membuka acara akan digelar tersebut, karena sangat penting agar Sumatera Utara benar-benar bermartabat dengan budaya yang dibangkitkan kembali.
“Nah, dengan konsep ini nantinya semua bangunan-bangunan bersejarah direalisasikan oleh pemkab/pemko, karena mengandung unsur dari UU Nomor 5 tahun 2011.
Artinya program yang diluncurkan oleh pemerintah, semua pihak dapat bekerja keras untuk kembali membangkitkan peradaban ini,” ujarnya.
Lanjutnya, seperti contoh cagar-cagar budaya yang hilang antara lain Kesultanan. Bahren, Istana Negeri Lama, Istana di Kampung Masjid dan Istana Langkat.
“Belum lagi kita masuk Istana Kota Bulu yang juga hilang, jadi ini yang pertama dalam rangka membangkitkan peradaban-peradaban budaya Sumut.
Setelah ini menjadi suatu momentum, kita akan masukkan lagi kegiatan yang ke dua secara nasional, tetapi tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Kenapa, hampir ratusan cagar budaya di Sumatera Utara itu hilang dan masih ada sisanya. Nah sisa inilah yang kita manfaatkan, supaya ini menjadi catatan sejarah,” katanya.
Dalam dialog Public tersebut nantinya akan menghadirkan Narasumber diantaranya, Dosen Pusis Unimed Dr Phil Ichwan Azhari, Kepala Satker PBL Kementerian PUPR Ir Ichwanul Ihsan, Kadisbudpar Sumut Dr Ir Hidayati Msi, Ahli Bangunan Cagar Budaya Sumut Dr Isnen Fitri, Ahli waris Kesultanan bahran Kota Pinang, Pemkab Labusel, Tokoh masyarakat Labusel dan Ketua Umum Pengurus Besar Iklas Dr H Amarullah Nasution SE MBA dan sebagai Keynot Speaker dan Pembuka acara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (E1)

Comments are closed.