Medan Terendam Banjir, Jalan Gatsu Lumpuh. Syaiful Ramadhan: Pemko Harus Kerja Cepat dan Terukur
EKSISNEWS.COM, Medan – Hujan beberapa jam yang terjadi Selasa (23/11/2021) malam merendam sejumlah kawasan di inti Kota Medan, termasuk di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) menuju arah Kampung Lalang sempat lumpuh hingga beberapa jam lamanya disebabkan banjir cukup dalam mulai dari kawasan Simpang Ayahanda sampai ke kawasan perdagangan Medan yakni Tomang Elok.
“Kami sudah dari jam 9 (sekira pukul 21.00 WIB) sampai dengan pukul 00.00 sejumlah kenderaan baik mobil ataupun sepeda motor, banyak yang tak bisa jalan karena banjir sepinggang orang dewasa,” uar Budi salah seorang pemilik kenderaan.
Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Jalan Batang Hari (depan SPBU) dan kawasan Jalan Kasuari Medan, kedalaman air yang menggenang menyulitkan kenderaan untuk melintas.
Adapun kondisi pada rumah warga di kawasan Jalan Rahmadsyah, Puri, Sutrisno di Kecamatan Medan Area tergenang banjir hingga selutut orang dewasa. Begitu juga di kawasan Jalan H.Wahid Hasyim, Diponegoro, Jalan Karya dan kawasan inti kota lainnya juga mengalami hal yang sama.
Anggota Komisi IV DPRD Medan Syaiful Ramadhan saat dihubungi terkait peristiwa ini mengaku prihatin, padahal semenjak dilantik sebagai Walikota Medan Bobbi Nasution sudah begitu gencar menyelesaikan persoalan banjir di Kota Medan.
“Pertama kita menyampaikan keprihatinan banjir masih terjadi di Kota Medan. Terkait hal ini, kita memiliki banyak catatan, kita minta Pemko Medan segera merespon banjir ini,” ucap Syaiful di ujung telopon, Selasa (23/11/2021) malam.
Politisi PKS ini mengatakan, pihaknya meminta Pemko Medan bekerja cepat dan terukur dalam menyelesaikan persoalan ini. “Dengan kondisi saat ini Pemko Medan harus kerja cepat dan terukur,” ungkapnya.
Syaiful menegaskan, Pemko perlu kerja Cepat dan terukur dikarenakan masyarakat sangat menanti apa yang menjadi janji dan terget Wali Kota Medan dalam menyelesaikan persoalan di Kota Medan seperti banjir ini. “Dengan janji menyelesaikan persoalan banjir yang menjadi program Wali Kota, Pemko Medan tentunya perlu kerja cepat dan terukur,” katanya.
Dalam persoalan perbaikan infrastruktur, Syaiful juga menyoroti soal minimnya serapan Dinas Pekerjaan Umum. “Saat ini kita tengah melakukan pembahasan R-APBD 2022, dan kita mendapatkan laporan serapan anggaran di Dinas PU hanya 27 persen dari rencana capaian 80 persen. Dengan kondisi tinggal satu bulan lagi dan kondisi kota Medan seperti sekarang ini, buruknya serapan anggaran perlu dipertanyakan,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Syaiful juga menilai banyak proyek infrastruktur yang baru dikerjakan tidak bertahan lama. Di kawasan Kecamatan Medan Amplas saat pembenahan drainase atau parit ada tembok dinding warga yang rubuh atau tumbang.
“Tembok teras rumah warga ada yang rubuh, selain ada rangka Cor parit tak ada sehingga pekerjaan menjadi tertunda,” katanya.(ENC-2)
Comments are closed.