Kadis PU Medan Diingatkan Tak Berangan-Angan Diatas Meja, Tuntaskan Medan Tajir

EKSISNEWS.COM, Medan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan diingatkan untuk tidak berangan-angan diatas meja dalam menyelesaikan program Medan Tajir (Tanpa Banjir) di tahun 2022 ini.

Apalagi belanja anggaran untuk Dinas PU di tahun 2022 ini dinilai sangat besar yakni  mencapai Rp 1 triliun, dengan ketentuan Rp500 miliar dimanfaatkan bagi pembangunan drainase Kota Medan.

“Jadi jangan diatas meja kita berangan-angan, sementara Medan Tajir itu belum selesai yang anggaran nya sampai 500 miliar rupiah,” kata anggota Komisi IV DPRD Medan, Sukamto dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi IV, Senin (24/1/2022).

Sebagaimana diketahui, masa Kadis PU Medan Zulfansyah telah memaparkan ada sebanyak 400 lebih titik genangan di Kota Medan.”Kita berharap Kadis sekarang tahu titik lokasi ini,” ujarnya.

Agar tidak terjadi, sebutnya, pelaksanaan proyek drainase Kota Medan tidak pada lokasi yang dituju (lokasi genangan).

Demikian halnya di tambahkan Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul MA Simanjuntak, sejumlah pokok pikiran (pokkir) yang telah masuk merupakan aspirasi warga yang berharap itu direalisasikan ke pemerintah kota (Pemko) Medan.

“Pokok pikiran itu bukan kami minta tapi aspirasi warga, kalau dilaksanakan, minimal ga dibilang anggota dewan banyak cakap-cakap dan janji-janji aja,” seru politisi PDIP ini sekaligus pemimpin rapat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PU Medan, Topan Ginting mengklarifikasi terkait data titik genangan di Kota Medan yang berdasarkan informasi konsultan tahun 2021 jumlah titik genangannya sudah mencapai 500 lebih.

“Saya harus dapatkan data primer untuk menjadi acuan terhadap data drainase yang rusak melalui camat,” katanya.

Menurutnya, penanganan normalisasi drainase yang cenderung parsial selama ini, sehingga hanya menguras energi, manfaat tidak ada.

“Lantas saya terpikir bagaimana kalau PHL (Pekerja Harian Lepas) di Dinas PU ada 800 orang, 20% untuk peralatan, 30% administrasi dan 50% di UPT. Setelah saya lapor pak Walikota perintahnya 80% harus di lapangan untuk tangani drainase kita, kita akan nambah personil di UPT,” paparnya menjawab mengantisipasi genangan.(ENC-2)

Comments are closed.