Dewan Pers: Media Konvensional Pasti Ketinggalan dari Media Sosial

EKSISNEWS.COM, Sabang – Ketua Komisi Pendidikan Dewan Pers, Tri Agung Kristanto menegaskan sampai kapanpun  media konvensional baik media cetak, media online, radio dan televisi dipastikan akan ketinggalan dari media sosial (medsos) yang dijalankan para aktifis media sosial.

Kenapa ? karena bila media konvensional diketahui memiliki proses seharusnya yakni ada proses cek and ricek, proses editing hingga pada proses konfirmasi.

“Artinya, ada proses mekanisme yang membuat dia memakan waktu, sementara media sosial yang dijalankan aktifis media sosial, dia tak punya itu,” kata Tri Agung Kristanto atau biasa disapa Mastra di acara Pelatihan Wartawan Ekonomi & Bisnis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Kota Sabang – Aceh, 23 – 25 Juni 2023.

Tidak hanya itu, sebutnya, bahwa media sosial tersebut tidak memiliki penanggungjawab dan tidak harus tunduk pada kode etik.

Sehingga, tambahnya, sebagai aktifis media sosial saat menemukan satu peristiwa, maka dia tidak harus mencari konfirmasi, sebaliknya langsung menayangkannya.

Dikatakan Mastra, sekarang ini nyaris tidak ada satupun media yang tidak menaikkan media sosial sebagai platform barunya, bukan hanya untuk distribusi promo dan sebagainya.

Diceritakannya, hal serupa pernah dilakukan Televisi Al Jazzera di tahun 2013 yang membuat AjPlus, seluruh produk jurnalistiknya yang dianggap sesuai bukan ditayangkan di televisi Al Jazzera justru di Ajplus dengan platform yang namanya facebook.

Adapun sebelumnya, acara pelatihan wartawan yang diikuti sebanyak 66 orang wartawan itu, dibuka Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ibrahim digelar di Hotel Mata IE Resort Sabang.

Selanjutnya, mempercayakan narasumber Direktur Eksekutif / Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia, Rudi Brando Hutabarat membahas “ASEAN Chairmanship 2023 dan Signifikansinya bagi Perekonomian Indonesia”.(ENC-2)

Comments are closed.