Kepsek SDN 106814 Tembung Diduga Usir Wartawan. Seng Sekolah Terlihat Penuh Sampah

EKSISNEWS.COM, Tembung – Sebagai kepala sekolah semestinya menunjukkan sipat yang terpuji kepada masyarakat, terlebih kepada wartawan yang datang untuk melakukan konfirmasi ke sekolah yang dipimpinnya.

Tetapi hal sipat terpuji kepada insan pers tersebut diduga tidak dimiliki oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 106814 Tembung Sri Wenny ketika menyambut wartawan yang datang ke sekolah tersebut.

Dengan nada lantang dan arogan Sri Wenny melontarkan kata-kata kasar mengusir beberapa wartawan yang datang. “Ngapai kau kemari lagi, gara-gara rekom aku dipanggil koorcam,” ujar Sri Wenny  kepada salah seorang wartawan yang mencoba menemuinya pada Selasa(26/9/2023).

Dengan rasa kecewa para wartawan tersebutpun meninggalkan sekolah milik pemerintah tersebut.

Karena tidak diterima oleh kepala sekolah untuk berkonfirmasi, para wartawan menghubungi Koorwilcam Pendidikan Percut Sei Tuan Kosmaida Samosir dan selang dua jam kemudian, koorwilcam mempertemukan para para wartawan dengan kepala sekolah yang benama Sri Wenny tersebut di kantornya.

Tidak ada titik temu dalam pertemuan tersebut dan saat dipanggil di kantor Koorcam Kecamatan Percut Seituan sekira jam 11 Wib siang , kepala sekolah tersebut membantah telah mengusir wartawan. “Mana ada kuusir, aku cuma ngomong ngapain lagi kemari,” cetus kepsek itu.

Koorwilcam Kosmaida mengharapkan para wartawan untuk memaafkan sikap kepala sekolah yang dianggap mengusir wartawan tersebut.”Maafkanlah,” harapnya

Dana BOS Besar Sekolah Carut Marut

Pantauan wartawan di lapangan gedung SDN  106814 Tembung yang dipimpin Sri Wenny terlihat seng sekolahnya jorok dan kotor. Banyak sampah daun kering yang menumpuk di atas seng sekolah seperti tidak pernah dibersihkan.

Pemandangan ini tampak jelas dari luar sekolah yang bisa disaksikan langsung oleh masyarakat yang melintas di depan sekolah itu.

Selain itu dinding tembok dan plafon sekolah juga terlihat kusum, beberapa titik plafon juga terlihat berlubang (bolong).

Padahal uang rakyat melalui Dana BOS tetap dikucurkan ke sekolah tersebut yang jumlahnya tidak sedikit. Terlihat di portal dapodik jumlah siswa SDN 106814 berjumlah 383 siswa.

Sayangnya ketika wartawan ingin mengkonfirmasi terkait hal-hal saja yang sudah dikerjakan terkait Dana BOS di sekolah ini, kepsek yang digaji negara itu diduga tidak bersikap baik untuk bertemu dengan wartawan. (ENC- Andi)

Comments are closed.