Harga Pangan Naik Tajam Pasca Liburan
MEDAN, Eksisnews.com – Harga kebutuhan pangan mengalami kenaikan tajam, pasca liburan Pemilu 2019, terutama pada sayur-sayuran dan komoditas bawang dan cabai.
“Selama sepekan kemarin, dari hasil pemantauan kami dilapangan, terjadi kenaikan harga pangan yang memang sebagian naik dengan sangat tajam,” kata Gunawan Benyamin pengamat ekonomi, Senin (22/4/2019).
Diketahui, selama sepekan kemarin harga cabai merah bahkan sempat menyentuh Rp40 ribu per Kg. Kenaikan harga cabai merah tersebut terjadi seiring dengan libur panjang yang terjadi selama sepekan. Aktifitass ekonomi masyarakat tidak berjalan normal khususnya sejak hari Rabu saat PILPRES hingga akhir pekan kemarin. Masyarakat baik itu petani maupun pedagang banyak yang memilih untuk liburan.
Sehingga kondisi pasar menjadi tidak seimbang antara permintaan maupun penawaran, menurutnya, hal tersebut memicu terjadinya kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan pokok. Dan sayur sayuran menjadi komoditas yang rutin mengalami kenaikan saat liburan. Seperti halnya saat Idul fitri nanti.
Walau demikian, sebutnya, saat ini sejumlah harga kebutuhan pokok tersebut sudah kembali normal. Tetapi ada dua komoditas bahan pokok yang justru berlanjut naik harganya, yakni bawang putih dan beras. Pantauan di pasar harga bawang putih masih melanjutkan tren kenaikan sampai hari ini. Harga bawang putih meroket menjadi 53 ribu per kg.
Kenaikan harga bawang putih ini sudah jauh diatas ambang batas idealnya. Seharusnya bawang putih ini harganya bisa ditekan di bawah 30 ribu per Kg. Namun sayang harga bawang putih justru masih mengalami kenaikan yang signifikan. Fenomena kenaikan harga bawang putih ini masih dikarenakan oleh masalah persediaan.
“Dimana saya menduga masih belum ada kejelasan mengenai kebijakan konkrit pemerintah untuk melakukan impor bawang putih. Masyarakat tentunya panik dengan kenaikan harga bawang putih tersebut. Dikarenakan bawang putih ini 90 persen lebih kebutuhannya dipenuhi dengan cara impor. Maka kita berharap pemerintah segera melakukan upaya untuk menetralisir harga bawang putih tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, harga beras juga sudah mulai menunjukan tren kenaikan. Sejauh ini terdapat kenaikan harga beras sekitar 300 per Kg nya. Namun kenaikan harga beras saat ini justru terjadi setelah ada penurunan yang sangat tajam sebelumnya. Jadi sekalipun naik, saya melihatnya masih dalam batas ambang yang wajar.
“Secara keseluruhan kita berharap pemerintah daerah sudah mulai melakukan SIDAK menjelang ramadhan ini. Walaupun selama ini kita berhasil mengendalikan inflasi saat perayaan keagamaan. Akan tetapi bukan berarti kita tidak perlu melakukan apa-apa dalam upaya mencegah kenaikan harga pangan saat Ramadhan dating,”pungkasnya.(ENC-2)
Comments are closed.