Gubsu Edy Gerak Cepat Tangani Banjir Kota Medan dan Sekitarnya

MEDAN, Eksisnews.com – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan gerak cepat untuk mengatasi banjir di Kota Medan dan sekitarnya yang selama ini menjadi keluhan warga khususnya warga Kota Medan yang selalu terendam banjir di saat musim hujan. Penanganan banjir Kota Medan dan sekitarnya dilakukan dengan berkoordinasi dengan Pemko Medan dan Balai Wilayah Sungai II Sumut dan dinas lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan perlu penangan terpadu dan konprehensif dalam melalakukan penanganan banjir Kota Medan dan sekitarnya.

“Setelah itu kita terus mengkampanyekan dan mensosilaisasikan  terutama penanganan beberapa sungai di Kota Medan yang banyak sampah dan sedang kita lakukan kemudian perlu penanganan secara teknis banjir di Kota Medan ini. Sebulan yang lalu, dengan koordinasi Pemprovsu dengan Balai Wilayah Sungai II Sumut membersihkan sungai Babura,” ujar Riadil kepada Eksisnews.com Selasa (21/5)   

Rapat penanganan banjir Kota Medan dan sekitarnya menurut Riadil terus digalakkan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. “ Hari ini Selasa (21/5) adalah rapat koordinasi yang keempat , artinya Pemprovsu Cq bapak gubernur serius, walaupun sebenarnya sungai-sungai ini adalah tanggungjawab Balai Wilayah Sungai II, tetapi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat mempunyai kewenangan menangani sungai-sungai di Kota Medan dan sekitarnya,” ujarnya.

Lanjut Riadil, dibantu oleh tim ahli banjir, dari beberapa kali pertemuan, yang dipimpin oleh Gubernur Sumut dan dihadiri oleh panglima TNI, darI Poldasu, baberapa dinas perguruan tinggi dan lainnya dan dalam rapat tersebut diidentifikasi ada 6 (enam) sungai dan anak sungai sebagai penyebab banjir di Kota Medan dan sekitarnya.

“Yang pertama Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Badera, Sungai Sei Kambing dengan dua anak sungainya yakni Sungai Putih dan Sungai Selayang, Kemudian Sungai Kera dan Sungai Belawan

Kita sudah menentukan skala prioritas penanganannya, nanti insya allah habis lebaran bapak gubernur akan mengkampanyekan  dan mensosialisasikan kepada masyarakat dan dunia usaha dan melibatkan semua kalangan termasuk media untuk melakukan deklarasi penanganan banjir Kota Medan dan sekitarnya,” katanya.   

Dari analisis yang dilakukan oleh BPBD, Bappeda dan Balai Wilayah Sungai II perlu waktu dua sampai tiga tahun dalam penanganan banjir di Kota Medan dan sekitarnya. “ Karena ini tidak semuda membalikkan tangan. Pertama yang ditangani adalah sungai-sungai kemudian merepitalisasi atau mempungsikan MUDP yang riol-riolnya kita tidak tahu di mana saja.

Kemudian kita juga akan mendeklarasikan tentang dranase perkotaan yang kita lihat asal hujan sedikit banjir. Kemudian kita akan memanusiakan orang-orang yang berada di sepadan sungai atau DAS dengan memberikan solusi melalui Dinas Perkim Sumut yang akan memberikan rumah kepada warga, seperti rumah susun, ruah sewa, atau pindah ke mana,” jelas Riadil.

Target berikutnya kata Riadil, pada Jumat (24/5) mendatang, penanganan wilayah banjir akan mengarah ke sungai Badera. “Insya Allah hari Jumat nanti BWS, Pemprovsu dan Kodam akan menangani Sungai Badera, di sana ada 93 KK yang harus kita pindahkan karena salah satu sebagai penyebab banjir,” ungkap Riadil.  

Riadil menjelaskan ada beberapa penyebab sungai banjir, diantaranya karena penyempitan badan sungai, ada sedimentasi, ada juga bangunan-banguan yang berdiri di sepadan sungai.

“Kita sekali dua minggu akan terus menyusuri sungai di Kota Medan, hal itu kita lakukan untuk menggugah masyarakat agar jangan membaung sampah ke sungai.  Perintah Gubernur Sumut untuk membentuk tim yakni ada enam tim,  pertama adalah tim secara fisik menormalisasi sungai, kedua untuk penertiban dan keamanan, tim peneliti eks MUDP, tim pembangunan perumahan, tim perencana, tim pelaksana dan tim monitoring informasi. Wartawan saya ajak untuk monitoring informasi,” pungkasnya. (ENC-Cok) 

Comments are closed.