Tegas, Fraksi Gerindra DPRD Binjai Minta TNI – Polri Sinergi Berantas Diskotik dan Barak Narkoba
EKSISNEWS.COM, Binjai – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Binjai minta Kodam I/BB ikut bantu Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) menutup diskotik terindikasi narkotika dan munculnya barak narkoba di kawasan Tanjung Pamah.
“TNI/POLRI harus berkolaborasi dan sinergi dalam berantas narkoba di Marcopolo dan barak narkoba Tj. Pamah itu. Dulu ada penyerangan terhadap polisi saat lokalisasi itu mau ditutup, ya karena itu sarang besar narkoba makanya polisi pun diserang disitu,” kata Anggota DPRD Kota Binjai Fraksi Gerindra, Ronggur Simorangkir.
Menurut Ronggur, kolaborasi itu penting dilakukan agar menghindari tuduhan terhadap oknum yang diduga ikut terlibat dilokalisasi tersebut. Dan, seperti kasus yang menimpa mantan Jenderal Tedi Minahasa dimana dalam perkara yang termuat disejumlah pemberitaan, terbukti main narkoba, termasuk oknum TNI tembak 3 polisi di Lampung.
“Jangan lagi lah, saya yakin TNI/Polri serius dalam memberantas peredaran narkoba. Karenanya, kami dari Fraksi sepakat untuk tarung lawan bandar narkoba, apapun resikonya,” katanya.
Ronggur menceritakan, dirinya dua hari lalu ditelpon pria yang mengaku bernama Samsul Tarigan. Samsul bertanya apa maksud ? mengapa mengganggu Diskotik Marcopolo dengan nada tinggi.
“Apa salah Marcopolo? Sudah hebat kali kau rupanya? Dimana kau? Nggak senang kau sama ku?, ya begitu pesannya. Setelah itu beberapa utusannya Samsul datang menanyakan maksud. Ya sudah saya jawab, kita lihat saja, jangan kami ditekan-tekan karena ini soal narkoba yang merusak ,” ungkapnya.
Menurutnya, Fraksi Gerindra akan terus mengawal masalah ini sampai Marcopolo dan barak-barak di Tj. Pamah tutup permanen. Kalau tidak selesai juga di Polda dan Kodam, kami akan bawa masalah ini ke Jakarta menghadap Presiden.
“Kita didorong mempersiapkan generasi bangsa menuju Indonesia Emas. Enak saja mereka leluasa dan bebas seperti ada negara dalam negara leluasa jual beli narkoba,” kata Ronggur. (ENC-2).
Comments are closed.