EKSISNEWS.COM, Medan — Di tengah upaya pembenahan dan penguatan pengawasan internal, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta Medan kembali menjadi sasaran pemberitaan bohong alias hoaks. Informasi menyesatkan tersebut menyebutkan adanya dugaan praktik pemerasan, intimidasi, serta penggunaan alat komunikasi ilegal oleh seorang narapidana kasus korupsi berinisial IS, yang diketahui merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara.
Menanggapi isu tersebut, pihak Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan menegaskan bahwa setelah dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan internal secara menyeluruh, tidak ditemukan satu pun bukti yang menguatkan tudingan tersebut.
Kepala Rutan Kelas I Medan Tanjung Gusta, Andi Surya, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi faktual di dalam rutan.
“Setelah kami lakukan pengecekan secara menyeluruh, informasi tersebut tidak terbukti. Foto yang beredar di publik juga dipastikan bukan berasal dari lingkungan Rutan Tanjung Gusta,” tegas Andi Surya kepada wartawan, Rabu (21/1/2025).
Ia menjelaskan, sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, pihaknya menerapkan larangan tegas terhadap kepemilikan dan penggunaan alat komunikasi seperti telepon seluler oleh warga binaan.
“Saya pastikan, siapapun itu—baik tahanan maupun narapidana, termasuk Saudara IS—tidak memiliki kebebasan menggunakan ponsel pribadi di dalam rutan,” ujarnya.
Sebagai alternatif komunikasi yang sah dan terpantau, Rutan Tanjung Gusta telah menyediakan Warung Telepon Khusus Pemasyarakatan (Warterpas) yang dapat dimanfaatkan seluruh warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga melalui jalur resmi.
Terkait tudingan pemerasan dan intimidasi terhadap sesama warga binaan, Andi menyebutkan pihaknya telah melakukan penelusuran melalui mekanisme check and re-check. Hasilnya, tidak ditemukan laporan resmi maupun bukti valid dari warga binaan yang mengaku menjadi korban.
“Situasi keamanan dan ketertiban di dalam rutan sampai saat ini tetap kondusif, aman, dan terkendali,” tegasnya.
Menindaklanjuti beredarnya foto yang memicu polemik pada Selasa (20/1/2026), Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) berupa penggeledahan kamar hunian warga binaan di Rutan Kelas IA Tanjung Gusta Medan.
Kegiatan tersebut diawali dengan apel persiapan yang melibatkan jajaran Kanwil Ditjenpas Sumut, TNI, serta petugas rutan, dan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR). Penggeledahan dilakukan sesuai prosedur pengamanan dan disaksikan langsung oleh penghuni kamar.
“Razia dan penggeledahan kamar hunian secara rutin kami laksanakan bersama aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun TNI, sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban,” jelas Andi.
Selain itu, Rutan Tanjung Gusta juga menyediakan Unit Layanan Pengaduan serta menjalankan program Wali Asuh Menyapa setiap Jumat, sebagai sarana komunikasi langsung antara petugas dan warga binaan agar setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan resmi.
“Hingga saat ini, tidak ada laporan atau pengaduan resmi terkait dugaan pemerasan maupun intimidasi tersebut,” tambahnya.
Andi pun mengimbau masyarakat agar menyampaikan informasi disertai bukti yang valid melalui saluran resmi.
“Kami bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi dalam membina warga binaan. Sangat disayangkan jika upaya tersebut dicederai oleh informasi yang tidak benar. Mari kita kedepankan fakta demi terciptanya informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmennya menjaga keamanan, ketertiban, serta transparansi di seluruh unit pemasyarakatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Setiap informasi, sekecil apa pun—benar atau tidak—pasti kami tindaklanjuti dan laporkan ke pimpinan. Kami juga memohon dukungan agar ke depan pengelolaan lapas dan rutan semakin baik,” tegas Yudi. (ENC-1)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.