Koordinator BEM SI Kerakyatan Sumut Ucapkan Selamat Milad HMI Ke-79
EKSISNEWS.COM, Medan – Peran strategis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam mencetak kader intelektual untuk perjuangan umat dan bangsa, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Sumatera Utara (Sumut) mengucapkan Selamat Milad HMI Ke-79.
Koordinator BEM SI Kerakyatan Ilham Syahputra mengucapkan, momentum milad ini bukan sekadar peringatan historis, melainkan ruang refleksi atas peran, kontribusi, dan tanggung jawab HMI sebagai organisasi kader dalam perjalanan panjang perjuangan umat dan bangsa Indonesia.
BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara menaruh harapan besar kepada HMI agar ke depan tetap konsisten menjalankan peran historis dan strategisnya dalam mencetak insan-insan intelektual yang bermutu, berintegritas, serta memiliki komitmen ideologis dan sosial yang kuat terhadap kepentingan umat dan masyarakat Indonesia.
“Harapan ini berangkat dari kesadaran historis bahwa HMI bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan salah satu pilar penting dalam sejarah pergerakan mahasiswa dan pembangunan bangsa.
Sejak didirikan pada 5 Februari 1947 oleh Ayahanda Lafran Pane, HMI lahir dari kegelisahan intelektual dan kesadaran ideologis atas kondisi umat, bangsa, dan negara yang saat itu tengah berjuang mempertahankan kemerdekaan,” ujar Ilham.

Lanjut Ilham, HMI hadir dengan cita-cita luhur untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam. Nilai-nilai dasar tersebut hingga kini menjadi fondasi utama perjuangan HMI dan tetap relevan untuk terus dikontekstualisasikan dalam menjawab tantangan zaman.
BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara memandang bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa-masa sebelumnya. Globalisasi, disrupsi teknologi, krisis moral, ketimpangan sosial, degradasi demokrasi, serta berbagai bentuk ketidakadilan struktural menuntut hadirnya kader-kader intelektual yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga matang secara moral, ideologis, dan sosial.
“Dalam konteks inilah, peran HMI sebagai organisasi kader menjadi semakin penting dan strategis.
Kader intelektual yang diharapkan lahir dari rahim HMI adalah kader yang memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam membaca realitas sosial.

Intelektualitas tidak boleh dipahami semata sebagai penguasaan teori atau prestasi akademik, melainkan sebagai keberanian moral untuk berpihak pada kebenaran dan keadilan. Kader HMI harus mampu menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat pembebasan dan pencerahan, bukan sebagai legitimasi kekuasaan atau kepentingan kelompok tertentu,” jelas Ilham Syahputra.
BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara juga kata Ilham, berharap agar HMI terus memperkuat proses kaderisasi yang berlandaskan Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP). NDP tidak hanya dipahami sebagai dokumen ideologis, melainkan sebagai pedoman etik dan filosofis dalam membentuk karakter kader.
Melalui internalisasi NDP yang konsisten, sistematis, dan kontekstual, HMI diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki integritas moral, kepekaan sosial, serta orientasi perjuangan yang jelas terhadap kepentingan umat dan rakyat.

“Dalam koridor perjuangan umat dan masyarakat, HMI diharapkan senantiasa hadir dan terlibat aktif dalam merespons persoalan-persoalan nyata yang dihadapi rakyat, seperti kemiskinan, ketidakadilan ekonomi, krisis pendidikan, kerusakan lingkungan, serta marjinalisasi kelompok rentan.
Kader HMI dituntut untuk mampu membumikan nilai-nilai keislaman dalam praksis sosial yang konkret, sehingga Islam benar-benar hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin dan solusi atas problem kemanusiaan.
Selain itu, BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara menaruh harapan agar HMI tetap menjaga independensi dan konsistensi ideologisnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata Ilham Syahputra, Independensi organisasi merupakan prasyarat penting agar HMI tetap mampu bersikap kritis dan objektif terhadap kekuasaan, tanpa terjebak dalam kepentingan pragmatis jangka pendek.
“Dengan menjaga independensi tersebut, HMI dapat terus memainkan peran sebagai kekuatan moral dan kekuatan intelektual dalam mengawal demokrasi, keadilan sosial, dan kepentingan rakyat.

Dalam konteks kebangsaan, HMI diharapkan terus menjadi jembatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan semangat keindonesiaan,” urainya.
Di tengah masyarakat Indonesia yang plural dan majemuk, kata Ilham Syahputra, HMI memiliki tanggung jawab besar untuk meneguhkan nilai toleransi, persatuan, dan kebhinekaan tanpa kehilangan identitas keislamannya. Kader HMI harus tampil sebagai agen pemersatu bangsa yang mampu merawat perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara juga meyakini bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan generasi mudanya. Oleh karena itu, HMI diharapkan terus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin-pemimpin bangsa yang visioner, beretika, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Kepemimpinan yang lahir dari proses kaderisasi HMI diharapkan tidak hanya kuat secara teknokratis, tetapi juga kokoh secara moral dan ideologis.
“Akhirnya, BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara berharap agar HMI tetap setia pada khittah perjuangannya, menjaga marwah organisasi, serta terus melakukan pembaruan secara progresif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar. Dengan kader-kader intelektual yang bermutu, berkarakter, dan berorientasi pada perjuangan umat serta masyarakat Indonesia, HMI diyakini akan terus menjadi bagian penting dalam melanjutkan estafet perjuangan bangsa menuju Indonesia yang adil, berdaulat, bermartabat, dan berkeadaban.
HMI adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia, dan kualitas kader HMI hari ini akan menentukan arah serta masa depan Indonesia di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Rekam Jejak Ilham Syahputra (Ketua BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara)
Berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai sumber terbuka, dokumentasi kegiatan, serta informasi yang beredar di ruang publik, sosok Ilham Saputra yang kerap disapa Ilham dan dikenal sebagai Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Sumatera Utara memiliki rekam jejak panjang dalam dunia organisasi kemahasiswaan dan kegiatan sosial di Kota Medan maupun di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Dari hasil penelusuran tersebut, Ilham diketahui merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), salah satu organisasi kemahasiswaan tertua dan terbesar di Indonesia. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Ilham berasal dari salah satu fakultas terbesar di Kota Medan, yang menjadi basis aktivitas akademik dan gerakan mahasiswa.

Keterlibatannya dalam HMI diduga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter kepemimpinan, intelektual, dan kepekaan sosial yang kemudian tercermin dalam aktivitas organisasinya di tingkat lokal maupun regional.
Selain aktif sebagai kader organisasi kemahasiswaan, Ilham juga diketahui pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Cut Nyak Dien Medan.
Jabatan tersebut merupakan posisi strategis yang menempatkan Ilham sebagai representasi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi, kepentingan, serta berbagai isu pendidikan dan sosial di lingkungan kampus maupun di ruang publik.
Selama menjabat sebagai Presiden Mahasiswa, Ilham kerap terlibat dalam forum-forum diskusi, konsolidasi mahasiswa, serta kegiatan advokasi yang berkaitan dengan isu kebijakan pendidikan, kesejahteraan mahasiswa, dan persoalan sosial kemasyarakatan.
Berdasarkan dokumentasi dan catatan kegiatan yang beredar, Ilham juga dikenal aktif melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Sejumlah foto dan informasi menunjukkan bahwa Ilham kerap melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Sumatera Utara. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, konsolidasi organisasi mahasiswa, serta silaturahmi dengan elemen masyarakat dan kepemudaan di daerah.
Aktivitas tersebut memperlihatkan peran Ilham tidak hanya terbatas pada ruang kampus, tetapi juga menyentuh langsung persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam dinamika gerakan mahasiswa, Ilham kemudian dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Koordinator BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara. BEM SI Kerakyatan sendiri dikenal sebagai wadah konsolidasi Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berfokus pada isu-isu kerakyatan, keadilan sosial, pendidikan, serta pengawalan kebijakan publik. Sebagai koordinator, Ilham berperan dalam mengoordinasikan sikap, gerakan, dan agenda BEM di tingkat provinsi, termasuk dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang di Sumatera Utara.
Hasil penelusuran juga menunjukkan bahwa Ilham kerap tampil di ruang publik dalam menyampaikan sikap dan pandangan mahasiswa terhadap isu-isu strategis, baik melalui pernyataan resmi organisasi, diskusi publik, maupun kegiatan aksi sosial dan kemahasiswaan. Keaktifannya tersebut membuat nama Ilham cukup dikenal di kalangan mahasiswa, aktivis, serta masyarakat yang mengikuti perkembangan isu pendidikan dan sosial di Sumatera Utara.
Sejumlah dokumentasi foto yang beredar di media sosial dan sumber terbuka lainnya memperlihatkan keterlibatan Ilham dalam berbagai kegiatan organisasi, baik di internal kampus, organisasi kemahasiswaan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Dari dokumentasi tersebut, Ilham diduga masih aktif sebagai kader HMI hingga saat ini, seiring dengan perannya sebagai Koordinator BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ilham Syaputra merupakan sosok yang memiliki latar belakang organisasi kemahasiswaan yang cukup kuat. Kariernya sebagai kader HMI, Presiden Mahasiswa Universitas Cut Nyak Dien Medan hingga Koordinator BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara menunjukkan konsistensinya dalam dunia gerakan mahasiswa dan aktivitas sosial.
Peran tersebut menempatkan Ilham sebagai salah satu figur mahasiswa yang cukup menonjol dalam dinamika pergerakan kemahasiswaan di Sumatera Utara.
Rilis berita ini disusun berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai sumber terbuka dan informasi yang beredar di ruang publik, dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian dan praduga tak bersalah. Informasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai latar belakang dan rekam jejak organisasi Ilham Saputra sebagai Koordinator BEM SI Kerakyatan Sumatera Utara. (ENC-1)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.