Anak Medan Sebut Hujan Saat Ini Beresiko Banjir Besar dan Dampak Sosial

EKSISNEWS.COM, Medan – Ada banyak tanggapan di kalangan masyarakat terhadap derasnya hujan yang masih terus melanda Kota Medan dan sekitarnya saat ini. Karena, selain beresiko munculnya titik atau lokasi banjir besar juga berdampak secara sosial secara langsung.

Hujan yang turun sejak jumat lalu sampai, Rabu (2/3/2022) kemarin, ini sangat rawan bila tidak ada gerak cepat Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terhadap saluran perbaikan drainase.

“Hujan beberapa hari ini sangat lebat, lokasi banjir makin luas, saya kira Dinas PU sudah harus gerak cepat, mana-mana lokasi yang rawan selama ini terhadap banjir besar (dalam), dikarenakan luapan dari parit (drainase),” kata Lamhot Hutajulu mewakili warga Gelugur Medan.

Karena setiap hujan dengan frekwensi yang panjang atau lebih dari satu jam tanpa berhenti, maka dengan gampang masyarakat melihat seluruh sisi kota di Kota Medan ini tergenang banjir.

“Seperti kemarin lokasi dibawah jembatan layang Pulo Brayan menuju Jalan Yos Sudarso yang jarang banjir, justru kelihatan seperti danau karena sudah meluas airnya,” ujar anak pengusaha ulos Kota Medan ini.

Nah, dikatakannya, perlunya Walikota Medan Bobby Afif Nasution mulai memperhatikan dampak dari meluasnya banjir kemarin, tidak hanya rusaknya barang-barang dagangan pemilik usaha juga masyarakat yang tinggal dilokasi yang dekat dengan banjir.

Hal ini dialami salah seorang ibu rumah tangga (singel parent) bernama Dewi Sartika, 40 tahun, warga Medan Barat yang tinggal dekat wilayah rel kereta api Pulo Brayan itu, saat ditemui terlihat butuh perhatian disebabkan rumahnya terkena banjir.

“Saya kebetulan melintas bersama teman teman dan tak sengaja saya melihat ada 1 rumah di pojok jalan, saya lihat ada ibu ibu yang sedang bersih-bersih rumah nya, pada saat banjir sudah surut, dengan inisiatif saya bantu dia dengan sembako yang kami bawa, mudah-mudahan terbantu,” ujarnya.

Diketahui, Dewi Sartika adalah seorang janda   dengan satu anak bernama rika, saat ini  bekerja sebagai buruh pabrik di Mabar.”Ucapan terima kasih, disampaikannya saat itu, karena merasa diperhatikan,” tambah Hutajulu. (ENC-2)

Comments are closed.