Baru Cek Kesehatan, Aulia Nangis Tolak Suntik Vaksin

EKSISNEWS.COM, Madina – Gebyar vaksinasi massal ‘Door Prize’ yang diselenggrakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina), Kamis (28/10/2021) diwarnai tangisan seorang ibu rumah tangga tepatnya dilokasi kegiatan dipersimpangan Jalan Abri tepatnya didepan Kantor Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan.

Wanita itu diketahui bernama Aulia (26) asal warga Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan. Dan, kehadirannya dilokasi vaksin ditemani bersama orangtuanya.

Kemudian  wanita yang sudah berumah tangga itu mengaku, datang bersama  ibunya ketempat gebyar vaksin itu karena niatnya sendiri dan tidak ada unsur paksaan. Satu hal yang menarik dirinya harus dating ke lokasi genbyar vaksin bahwa setiap orang yang akan menggunakan jasa penerbangan (pesawat) maka persyaratan yang diikat saat ini adalah sudah harus vaksin.

“Kan suami saya orang Jawa Timur dan kami rencananya mau pergi kesana, dengar-dengar syarat untuk naik pesawat kalau sudah divaksin, itu makanya saya bersama ibu datang kesini,” ucap Aulia menjelaskan kepada wartawan.

Namun, disaat tim medis akan melakukan pemeriksaan (cek) kesehatan. Mendadak wanita ini menangis dengan seunggukan lalu beranjak ketempat duduk yang ada di belakang.

“Saya takut, kalau seperti ini mending naik sepeda motor ajalah pergi kesana(Jawa Timur),” ujarnya.

Aulia mengaku kenapa menangis karena takut terhadap jarum suntik. Selain itu katanya, memiliki riwayat penyakit Asma.

” Saya takut pak disuntik dan lagi pula saya juga ada Asma-nya,” sebutnya ketika itu.

Diketahui, warga yang sudah menjalani suntik vaksin Covid-19 dan melewati masa observasi seterunya panitia penyelenggra akan umum namanya sesuai dari nomor vaksin.

“Ini ada sedikit Door Prize agar merangsang minat masyarakat tentang kesadarannya bahwa pentingnya arti kesehatan, sehingga masyarakat semakin antusias mengikutinya,” kata Bupati Madina Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution dilokasi kegiatan gebyar vaksin tersebut. (ENC-HL)

Comments are closed.