Besok, 70 Pejabat Pemprovsu Dilantik

MEDAN, Eksisnews.com – Diperkirakan besok, jumat (10/1/2020) sebanyak 70 orang pejabat eselon tiga di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan dilantik. Dan, hal itu dibenarkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, namun  secara detail waktu dan tempat pelaksanaan pelantikan belum disampaikanya secara terbuka,

“Ya betol (pelantikan), tapi waktunya saya belum tahu,” ucap Edy Rahmayadi ditemui seusai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (9/1/2020).

Orang nomor satu di Pemprovsu ini mengatakan, sebanyak 70 orang akan dilantik. Kemudian, dirinya juga tidak menyebutkan secara detail Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mana saja yang akan mengalami pergesekan.

“Ada 70 orang yang akan dilantik besok,” ujarnya. 

Sementara itu, hingga sampai dengan saat ini, untuk pejabat eselon dua belum ada rumor-rumor kapan akan dilantik. Diketahui, saat ini ada sembilan OPD lagi yang belum ditentukan siapa yang akan menjabat sebagai kepala dinas atau badan.

Ketua Pansel JPT Pemprovsu, sekaligus Sekda Sabrina mengatakan, dari sembilan posisi jabatan yang masih menggantung tersebut, dua jabatan asisten akan ditempatkan melalui dasar mekanisme asesmen (penilaian). Sedangkan tujuh jabatan lain, kemungkinan akan dilakukan seleksi ulang. 

“Ada dua pilihan kita, apakah tetap buat seleksi ulang atau mengambil dari penilaian eselon II yang ada saat ini. Sehingga hanya dilakukan pergeseran-pergeseran. Nampaknya khusus untuk asisten, kita lebih condong kepada memutasikan yang ada, yang kita rasa lebih tepat menduduki jabatan asisten,” katanya.

 Sabrina menyebutkan, untuk posisi kepala dinas yang masih kosong pihaknya tetap akan menerapkan sistem lelang jabatan. Sebab jika ada eselon II yang dipindahkan, tempat yang ditinggali tersebut menjadi kosong lagi. “Kalau eselon III naik tidak ada jalan ceritanya kalau tidak melalui seleksi. Dan nanti semua proses ini akan kami laporkan dulu ke KASN,” katanya. 

Lebih lanjut,  Pansel JPT, diakui dia sudah bertemu pihak KASN guna membahas polemik lelang jabatan eselon II Pemprovsu ini. Dan keterlambatan atas proses seleksi ulang ini, disebabkan pula adanya transisi jabatan pada struktur KASN. 

“Kenapa di sana lama juga? Karena komisioner (KASN) ganti. Jadi pada saat (usulan) itu masuk tak bisa dibahas, karena secara internal komisioner baru itu masih memelajari dulu. Apalagi sudah dekat-dekat begini, banyak yang kita pikirkan. Seperti tanda tangan specimen, anggaran kan harus diubah. Sementara ini mau tutup buku. Kalau mundur sedikit kenapa rupanya, misalnya, sepanjang tidak melanggar aturan,” terangnya seraya mengakui bisa saja mutasi jabatan eselon II dilakukan lagi.(ENC-2)

Comments are closed.