Catatan Shohibul Anshor Siregar, Debat Capres 1

MEDAN, Eksisnews.com – Pemilu serentak tahun 2019 ini harus dimaksudkan sebagai bagian dari proses untuk menjamin tercapainya cita-cita dan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Apakah topik debat pertama ini sudah merepresentasikan permasalahan di Indonesia saat ini? Apakah debat yang mirip cerdas cermat anak sekolah ini berkaitan dengan solusi yang diinginkan oleh rakyat Indonesia: yakni perubahan yang masuk akal sehat? 

Hingga akhir debat saya tak menemukan jawaban yang memuaskan. Saya menyadari disain debat ini telah dibuat sangat teknis, sehingga saya amat yakin pula tidak atau belum menjadi cara yang tepat untuk mengetahui penguasaan masalah oleh masing-masing calon. Juga tidak dapat diandalkan untuk menguji integritas masing-masing mereka.

Sebagai petahana Jokowi adalah calon yang sangat mudah untuk diserang dengan semua kinerjanya yang dapat dievaluasi. Tetapi Prabowo-Sandi tidak memilih cara menyerang. Sebaliknya niat menyerang itu tampak sudah dipersiapkan oleh Jokowi, meski gagal sama sekali. Saya tidak tahu resiko apa yang akan diterimanya nanti pada debat-debat berikut karena ia telah memulai cara yang mengundang pengkondisian arena menjadi liar.

Untuk kemampuan bertutur dan berdebat, termasuk dalam pilihan kata dan membangun struktur pikiran, Prabowo-Sandi jauh berada di atas pasangan Jokowi-Ma’aruf.(ENC-2)

Comments are closed.