Daniel : Kami Tersinggung Ada Yel-yel Usir Papua
MEDAN, Eksisnews.com – Puluhan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam ikatan keluarga besar mahasiswa Papua di Medan menggelar aksi damai, Senin (19.8/2019) di depan pintu gerbang gedung DPRD SumateraUtara, Jalan Imam Bonjol di Medan,
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap pengepungan asrama mahasiswa asal Papua di Surabaya. Namun insiden yang terjadi di Surabaya, menunjukkan kami seolah-olah bukan bagian dari bangsa ini.
“Saat pengepungan di Asrama ( Surabaya) terjadi rasisme, kami tersinggung, mereka katakan monyet, dan ada yel-yel usir Papua. Kalau itu dikatakan mereka kami dengan senang hati akan pulang, tapi dengan catatan yang disana juga harus keluar dari Papua,” kata Daniel Wendi Purba yang mengakui masyarakat di Medan tetap merasa nyaman.
Mahasiswa juga meminta agar aparat kepolisian membebaskan sekitar 43 mahasiswa Papua di Surabaya yang terlibat kasus dugaan pembuangan bendera, agar segera dibebaskan.
Aksi diterima Wakil Ketua Komisi A Brilian Moktar, yang meminta mahasiswa untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut secara hukum yang benar.”Jadi tolong kalian jangan pulang (ke Papua), mari sama-sama kita bangun Sumut ini,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui saat ini kondisi di Manokwari, Papua, semakin memanas menyusul insiden pengusiran mahasiswa Papua di Surabaya.
Ricuh di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya, berlangsung pada Sabtu (17/8/2019), sore. Polisi berencana menjemput mahasiswa asal Papua di asrama terkait insiden pembuangan bendera merah putih. (ENC-2)
Comments are closed.