Diberitakan Gedung SMPN 3 Percut Sei Tuan Tidak Terawat dan Jual Seragam, Kasek ‘Sigab’ Cat Sekolah. LIPPSU: APH Harus Turun
EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan – Lagi-lagi, masih ada saja gedung sekolah tidak terawat di lingkungan Dinas Pendidikan Deli Serdang. Seperti yang diberitakan eksisnews.com beberapa waktu lalu gedung sekolah yang tidak enak dipandang mata tersebut adalah gedung SMPN 3 Percut Sei Tuan.
Terlihat di beberapa bagian gedung dan tembok pagar sekolah cat dindingnya terlihat kusam, kaca jendela sekolah yang terlihat pecah dan ada beberapa plafon atau asbes gedung yang jebol.

Padahal pemerintah telah mengucurkan Dana BOS yang tidak sedikit di sekolah tersebut yang bisa digunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana (sapras) sekolah.
Anehnya setelah beberapa kali pemberitaan eksisnews.com tentang kondisi sekolah yang tak terawat tersebut, Kepala SMPN 3 Percut Sei Tuan yang bernama Erydawati dengan ‘sigab’ melakukan perbaikan dan perawatan tanpa ada perencanaan yang semestinya dari awal tentang penggunaan Dana BOS.

Selain pemberitaan sekolah yang dinilai tidak terawat, eksisnews.com juga memberitakan adanya penjualan baju seragam sekolah yang harganya Rp370 ribu kepada orang tua/wali calon anak didik baru tahun ajaran 2023/2024.

Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang Yusnaldi ketika dihubungi eksisnews.com Senin (11/7/2023) terkait dua hal tersebut bukan memberikan stateman kepada wartawan guna menegur kepala SMPN 3 Percut Sei Tuan tersebut, tetapi seolah melindungi kepsek dan menyarankan agar wartawan eksisnews.com untuk bertemu dengan Kepala SMPN 3 Percut Sei Tuan itu.

“Saya sudah koordinasi kepsek, abg disuruh jumpai beliau, Udah abg datang saja, jgn tlp ya”, ujar Yusnaldi dalam pesan WhatsAppnya.
Sesuai anjuran Sekdis tersebut wartawan mencoba menemui Kepala SMPN 3 Percut Sei Tuan tersebut, tetapi dalam pertemuan itu wartawan tidak mendapat jawaban yang formal sebagai pejabat sekolah, kepsek itu seakan tak merespon kehadiran wartawan eksisnews.com
Dalam dialog dengan wartawan, kepala sekolah yang bernama Erydawati itu, dirinya merasa tidak bersalah, karena sudah melakukan pembenahan gedung sekolah yang tidak terawat seperti yang diberitakan eksisnews.com beberapa waktu lalu.
“Kenapa kau kok gitu,” tanya kepala sekolah tersebut kepada wartawan eksisnews.com dalam pertemuan itu, semberi menyebut banyak rekannya sesama kepala sekolah menelopon dirinya (kepsek-red) tentang pemberitaan SMPN 3 Percut Sei Tuan di eksisnews.com.
“Semua se-kabupaten Deli Serdang ngomong ada apa kau (Erydawati) sama si Andi (wartawan), kok dibuat tenar sekolahmu,” ujar kepala sekolah meniru ucapan para teman kepada dirinya.
“Lalu kujawab biar aja lah,” ujar Erydawati menjawab pertanyaan para temannya itu.
Saat diutarakan kepada kepala sekolah itu bahwa, kedatangan wartawan eksisnews.com untuk bertemu dirinya sebagai kepala sekolah atas saran Sekdis Pendidikan Deli Serdang, kepala sekolah tersebutpun seperti menganggap hal itu tak penting.
“Kenapa rupanya dengan sekolahku,” ujar kepala sekolah itu sambil menyebut dirinya tidak pernah membaca berita terkait sekolah yang dipimpinnya itu di eksisnews.com.
“Gak kebaca beritamu males, satu pun gak ada kubaca,” ucap Kepala SMPN 3 Percut Sei Tuan, sembari menyebut sekolah yang dipimpinya adalah sekolah yang bagus.
“Sekolahku kan udah bagus, dapat penghargaan dan udah kucat semua yang kau foto itu,” ujar Kapsek tersebut.
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari Sinik mengatakan bahwa, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan harus memberi teguran kepada bawahannya yang tidak atensi dengan dunia pendidikan.

“Kalau memang benar ada penggunaan dana BOS yang tidak sesuai aturan, hal itu harus ditindak, aparat penegak hukum (APH) harus turun tangan.
Apalagi ada penjualan baju seragam di sekolah menjelang anak didik baru di sekolah tersebut, ini jelas menyalahi aturan, kita minta tim saber pungli harus turun tangan,” pungkasnya. (ENC-Red)
Comments are closed.