Didemo, Pemprovsu Agar Tak Latah Lindungi Mafia Tanah
MEDAN, Eksisnews.com – Ratusan massa dari Aliansi Tanah untuk Rakyat (ATR) Sumatera Utara mendatangi kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Kamis (7/2/2019), massa meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak ikut-ikutan ‘latah’ melindungi dan membekingi para mafia tanah di Sumut.
Harun Nuh, Koordinator ATR menyatakan aksi mereka merupakan orasi lanjutan sesudah mereka melakukan unjuk rasa ke kantor Polda Sumatera Utara. Aksi ini merupakan bentuk dukungan kepada aparat penegak hukum untuk menyikat habis para mafia tanah di Sumut.
“Kami datang ke kantor Gubernur ini sebagai bentuk dukungan kami kepada aparat penegak hukum di Sumut yang sudah berani melakukan upaya penegakan hukum terhadap kasus-kasus alih fungsi lahan dan persoalan tanah di Sumut.Kami juga ingin agar Gubernur Edy Rahmayadi berani berbuat sama dan tidak ikut-ikutan ‘latah’ melindungi para mafia tanah di Sumut,” sebutnya.
ATR kata Harun, menyerukan dukungan kepada Poldasu dan Pemerintah Sumut khususnya Gubsu Edi untuk tidak tunduk dan takut kepada komplotan mafia tanah di Sumut. Aksi mereka sekaligus pesan bahwa Sumut selama ini menjadi surga bagi para mafia tanah.
“Apa yang terjadi sepekan terakhir ini, bahwa kita dikejutkan dengan penangkapan keluarga Wakil Gubernur Sumut atas kasus dugaan alih fungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian. Bagi kami, ini merupakan ‘angin segar’ terhadap upaya penegakan hukum terhadap para mafia hutan dan tanah di Sumatera Utara. Kalau kita mau jujur cukup banyak nama-nama yang harusnya dilakukan tindakan serupa oleh Poldasu. Sudah saatnya kasus-kasus tanah serupa diselesaikan Poldasu dengan dukungan penuh Gubsu Edy dan bukan malah melindunginya,” pungkasnya.(ENC-2)
Comments are closed.