Dinas Perkim Asahan Bakal Luncurkan Program “Gebrak”
KISARAN, Eksisnews.com – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Asahan, Mohammad Azmy Ismail, AP,MSi,melalui Whatsapp, Jum’at (08/03/2019), mengatakan luas kawasan kumuh di Kabupaten Asahan berdasarkan surat keputusan Bupati Asahan No.146-Bappeda-Tahun 2017, tentang penetapan lokasi Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Asahan tahun 2017 yaitu sebesar 98,19 Ha, yang tersebar di 16 Kelurahan yang berada di Kecamatan Kisaran Barat dan Timur. Dari 98,16 Ha tersebut, Kabupaten Asahan menyumbang luasan kumuh kumuh secara nasional sebesar 25,15 Ha dari total luasan kumuh Nasional sebesar 38.431 Ha.
Ditambahkannya, 25,15 Ha tersebut berada di 5 Kelurahan yakni, Kelurahan Tegal Sari, Tebing Kisaran, Kisaran Barat, Kisaran Baru serta Sendang Sari.
Platform Kolaborasi yang dilakukan dalam rangka mengurangi luasan kumuh yang ada di Kabupaten Asahan melalui kegiatan infrastruktur yang meliputi 7 indikator kekumuhan yang telah ditetapkan yaitu: bangunan, jalan, drainase, air minum, sanitasi, persampahan dan proteksi kebakaran. Dari tahun 2017-2018 telah berhasil mengurangi luasaa kumuh di Kabupaten Asahan sebesar 32,96 Ha.
Menurut Kadis Perkim, total anggaran kolaborasi untuk penanganan kumuh di Kabupaten Asahan dari tahun 2017 yang berasal dari APBN dan APBD sebesar 55.417.438.800, (APBN : Rp.3.225.000.000 dan APBD Rp 52.192.434.000).
Mohammad Azmy menambahkan, di dalam melakukan penanganan kumuh di Kabupaten Asahan, Pemkab Asahan dibantu oleh program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang langsung melakukan pendampingan di Kelurahan yang menjadi lokasi kumuh.
Masih menurut Mohammad Azmy, pada tahun 2019 ini, pihak Perkim Asahan akan meluncurkan sebuah program yang diberi nama GEBRAK (Gerakan Berantas Kumuh). Program ini akan memfokuskan kepada penanganan kumuh yang lebih terstruktur dengan melibatkan semua OPD dan masyarakat yang ada di Kabupaten Asahan. “Program ini juga bertujuan untuk menciptakan suatu kawasan percontohan penanganan kumuh yang nantinya menjadi cikal bakal atau percontohan penanganan kumuh di kawasan –kawasan kumuh lainnya yang ada di Kabupaten Asahan,” pungkas Mohammad Azmy (ENC-Akm)
Comments are closed.