Dirut PDAM Tirtanadi Beberkan ke DPRD Medan Rugi Sampai Rp300 Juta, Akibat Proyek Galian
EKSISNEWS.COM, Medan – Dirut PDAM Tirtanadi Kabir Bedi mengaku mengeluarkan dana untuk pemeliharaan Rp200 – 300 juta per cabang di akhir tahun lalu, diakibatkan rusaknya pipa air oleh karena pengerjaan drainase dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
“Biaya yang harus kita keluarkan untuk perbaiki pipa yang rusak akibat pengerjaan drainase yang di lakukan oleh Pemko Medan minimal Rp.200-300 juta per cabang di akhir tahun lalu,” jelas Kabir Bedi saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PDAM Tirtanadi Sumut bersama Komisi III DPRD Kota Medan, kemarin.
Padahal, menurutnya, PDAM Tirtanadi terkait dana untuk pemeliharaan pipa yang dianggarkan sangat terbatas.
Kabir Bedi juga meminta adanya koordinasi yang baik antara Pemko Medan, Kontraktor yang mengerjakan, dan PDAM Tirtanadi untuk menghindarkan kejadian yang sama akan terulang lagi ke depannya.
Hal ini selain menyebabkan kerugian bagi PDAM Tirtanadi juga akan merugikan masyarakat karena kehilangan akses ke air bersih melalui PDAM.
Dikesempatan sama, juga digelar RDP dengan pihak PLN UP3 Kota Medan berkenaan keinginan adanya koordinasi yang baik antara pemko medan dengan pihak PLN sehingga perencanaan tentang pekerjaan-pekerjaan yang ada di Pemko Medan yang terkait utilitas bisa di siapkan dari sejak dini.
Begitu juga terkait dengan LPJU yang di bangun Pemko Medan agar bisa berkoordinasi dengan PLN mengenai daya nya untuk memastikan PLN bisa menampung dan mengakomodir kebutuhan yang di butuhkan oleh Pemko Medan.
Ketua Komsi III DPRD Kota Medan, Afif Abdillah pada akhir rapat mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan hal ini dan mencoba berkoordinasi dengan dinas terkait agar ke depan bisa lebih baik dalam melakukan koordinasi dengan PLN dan PDAM dalam setiap pengerjaan yang berkaitan dengan utilitas di wilayah pemerintah kota Medan.(ENC-2)
Comments are closed.