oleh

DPRD Medan Harap Penyusunan RPJMD Disesuaikan Dampak Dimasa Covid- 19

-MEDAN-12 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menyampaikan keraguan terhadap kemampuan Pemerintah Kota (Pemko) Medan terhadap penanganan Covid-19, sehingga dalam  penyusunan dari rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026, diharapkan dapat disesuaikan dari dampak ekonomi dimasa pandemi Covid-19.

Seperti yang disampaikan, Ketua Pansus RPJMD  Tahun 2021-2026, Sudari yang menyoroti kemampuan Pemko Medan  dalam menekan angka kemiskinan di kota Medan. Sebab, belakangan ini penerima Bansos tetap meningkat.

“Apa langkah Pemko menekan jumlah angka kemiskinan yang tetap meningkat,” katanya, Selasa (3/8/2021)

Tak hanya itu, bahkan politisi PAN ini mempertanyakan proyeksi peningkatan pendapatan. Apa langkah yang diambil dalam peningkatan pendapatan jika wabah Covid 19 terus berlanjut. “Saya kuatir 2 tahun ini persoalan 5 prioritas Walikota Medan tidak akan terealisasi bila pertumbuhan pendapatan biasa biasa saja. Maka perlu langkah strategi meningkatkan PAD ,” ujarnya.

Untuk itu, dia minta Pemko Medan agar meninjau ulang program tahunan di RPJMD terkait devisit pendapatan  yang berkelanjutan.

Sementara itu, anggota Pansus Wong Cun Sen mempertanyakan Pemko Medan, mau menadikan apa Kota Medan dalam 5 tahun ke depan. “Mau dijadikan apa kota Medan ini 5 tahun ke depan, apa yang harus diperlukan dan berapa dana yang dibutuhkan,” cetusnya.

Disampaikan politisi PDI Perjuangan ini, dengan pertumbuhan ekonomi rata rata 5 perasn, strategi apa yang harus dilakukan Pemko Medan. “Dari sektor mana saja sumebr PAD yang akan digali guna program Pemko tersebut dapat terealisasi, tandasnya.

Begitu juga halnya dengan Edi Syaputra mempertanyakan strategi apa yang akan dilakukan Pemko Medan menjawab tantangan saat ini. “Saat ini masa pandemi berlanjut, tentu sumber pendapatan terganggu. Apa yang dilakukan Pemko hingga 5 tahun ke depan,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar menyampaikan, gambaran kondisi pertumbuhan ekonomi 5 tahun ke depan. Sedangkan kondisi 2 tahun belakangan ini mengalami kesulitan disebabkan sumber PAD dari pajak hiburan dan hotel sangat minim terkait permasalahan global covid 19.

Seiring dengan itu kata Benny, proyeksi APBD Pemko Medan Tahun 2022 sebesar Rp 6,1 Triliun, Tahun 2023 sebanyak Rp 6,5 Triliun, Tahun 2024 sebesar Rp 6,8 Triliun, Tahun 2025 Rp 7,1 Triliun dan Tahun Rp 7,3 Triliun.

Sedangkan PAD Tahun 2021 sebanyak Rp 2,1 Triliun, Tahun 2022 sebanyak Rp Rp 3,1 Triliun, Tahun 2023 sebesar Rp 3,28 Triliun dan seterusnya meningkat 200 Miliar.

Ditambahkan, dasar pengusungan pengajuan APBD tahunan sebagai pedoman Renstra perangkat daerah dan diturunkan penyusuanan Renja Kepala OPD.

Diketahui rapat tersebut juga dihadiri Haris Kelana (Gerindra), Mulia Asri Rambe (Golkar), Edi Saputra (PAN), Parlindungan (Demokrat), Wong Cun Sen (PDIP) , Dedy Nasution (Gerindra), Hendri Duin (PDI P). Sedangkan dari Pemko Medan, dihadiri langsung Kepala Bappeda Benny Iskandar dan bagian hukum.(ENC-2)

Komentar

Baca Juga