Edy Sebut Jabatan Sembilan Eselon Dua Akan Diseleksi Ulang, Kok Cuma Dirut RS Jiwa?
MEDAN, Eksisnews.com – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi akan melakukan seleksi ulang sembilan jabatan eselon dua. Hal tersebut dilakukan karena hasil seleksi yang telah dilakukan sebelumnya untuk menduduki jabatan itu tidak maksimal. Nilai yang didapat calon pejabat eselon dua yang ikut seleksi tersebut rendah.
Informasi yang didapat Eksisnews.com surat untuk mengikuti seleksi ulang jabatan eselon dua untuk Dirut Rumah Sakit Jiwa Medan telah dikeluarkan oleh Pemprovsu dan ditandatangani oleh Sekdaprovsu Hj. Sabrina tertanggal 30 September 2019.
Dalam surat tersebut termaktub pendaftaran peserta seleksi dimulai 1 Oktober s/d 7 Oktober 2019. Seleksi tahap pertama (administrasi) 8 oktober 2019 sekaligus pengumuman.seleksi tahap kedua (penulisan makalah) pada 9 Oktober 2019 dan pengumuman penulisan makalah pada 10 oktober 2019 dan seleksi tahap ketiga assesment test pada 11 oktober dan wawancara pansel 12 oktober 2019.
Menanggapi hal tersebut Ketua Sumut Institute Osriel Limbong mengatakan, satu instansi yang diulang dalam seleksi jabatan tinggi
pratama pemprovsu yakni untuk jabatan Dirut Rumah Sakit Jiwa Medan
sangat kita pertanyakan, karena seleksi jabatan kan satu paket dengan
yang delapan jabatan lannya. sehingga hasil pansel diragukan dalam
pelaksanaan seleksi jabatan tersebut.
“Apa dasarnya Pemprovsu melakukan seleksi ulang untuk untuk RS Jiwa Medan atau jangan-jangan ada kepentingan lain, ucapnya. kan sudah punya acuan dalam memilih pejabat sehingga pemprovsu harus komitmen dalam menetapkan dan memilih pejabatnya sehingga tidak terkesan ada titipan dan lain sebagainya. menurut informasi, Sepertinya seleksi ini hanya untuk memenangkan calon petinggi yang gak lulus seleksi di salah satu dinas Pemprovsu atau ada maksud lain.
Sepertinya sudah diatur sedemikian rupa untuk memenangkan seseorang untuk menduduki jabatan apalagi Gubsu sering mengeluarkan statemen bahwa sembilan dinas hasil seleksi belum ada yang terbaik dan masih kurang nilainnya. Harusnya sembilan OPD yang dilelang tersebut diulang seleksinya, bukan hanya RS Jiwa saja,” ucapnya.
Osriel berharap Gubsu agar fair dengan persolan tersebut, jangan karena
ada kepentingan oknum segelintir sehingga mengganggu jalannya program Sumut bermartabat. “Kemungkinan ada titipan ini, makanya Pemprovsu harus menjelaskannya sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya atas seleksi ulang RS Jiwa Medan tersebut,” katanya. (ENC-1)
Comments are closed.