oleh

Gegara ‘Bungkusan Nasi’ Oknum Polisi Ini Dihukum 8 Tahun 6 Bulan Penjara

-HUKRIM-11 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Terdakwa Ade Saputra Ginting yang merupakan oknum polisi dijatuhi hukuman selama 8 tahun dan 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim yang diketuai Denny L Tobing, SH, MH saat di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (2/2/2021).

“Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Ade Saputra Ginting dengan pidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan penjara,” ucap ketua Majelis Hakim, Denny L Tobing.

Selain itu dalam putusan Majelis Hakim juga menyebutkan terdakwa didenda sebesar Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka akan digantikan dengan 6 bulan penjara. Putusan Majelis Hakim ini sama dengan tuntutan Jaksa Sri Delyanti, SH.

Mengutip dakwaan JPU mengatakan bahwa pada hari Selasa tanggal 09 Juni 2020 sekira Pukul 10.00 Wib saat Terdakwa Ade Saputra sedang berada di Kantor Polrestabes Medan Terdakwa dihubungi oleh saksi Boy Zulkarnaen (Terdakwa dalam penuntutan terpisah), dan meminta agar Terdakwa Ade Saputra mengambil nasi titipan miliknya di depan Kantor Polrestabes.

Sekira pukul 11.00 WIB Terdakwa dihubungi kembali oleh Boy Saksi dan mengatakan bahwa kakaknya yang mengantarkan nasi sudah di depan kantor, lalu Terdakwa pergi ke depan kantor dan menemui Lina (DPO). Setelah bertemu lalu Lina menyerahkan sebuah bungkusan makanan yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu.

Lalu Terdakwa membawa bungkusan tersebut ke dalam Kantor Polrestabes lewat pintu depan akan tetapi Terdakwa tidak melaporkan titipan tersebut kepada petugas piket depan, kemudian sekitar pukul 11.30 WIB setelah berada di piket RTP Polrestabes Medan kemudian Terdakwa lewat dari belakang Piket.

Akan tetapi petugas piket yaitu Saksi Nurdiansyah dan Saksi Rejeki Banurea ketika itu melihat Terdakwa dan mengatakan agar titipan tersebut diperiksa dulu, sehingga Terdakwa merasa takut dan meletakkan bungkusan berisi sabu tersebut di bangku dan mengatakan bahwa bungkusan itu barang titipan untuk Boy yang merupakan tahanan di blok C.

Lalu Terdakwa langsung pergi ke kantor Provos untuk menjalani pembinaan disebabkan ia baru selesai menjalani hukuman penjara. Melihat bungkusan tersebut sehingga saksi Nurdiansyah dan saksi Rejeki Banurea curiga lalu melakukan pemeriksaan dan membuka bungkusan tersebut yang ternyata bungkusan tersebut berisi biskuit bermerk Gery sebanyak 2 bungkus yang berisi plastik klip tembus pandang berisi sabu 2 bungkus dengan Berat 9,42 gram.

Mengetahui hal tersebut sehingga mereka melaporkannya kepada pimpinannya, lalu sekira pukul 12.00 WIB petugas Sat Resnarkoba yaitu saksi Meydianta memanggil tahanan Boy yang berada di Sel Blok C, lalu memperlihatkan dan mempertanyakan bungkusan makanan berisi sabu tersebut.

Dan Boy mengakui sabu tersebut sebagai miliknya dan dia menugaskan Terdakwa Ade Saputra untuk membawa Sabu tersebut, kemudian sekira pukul 12.15 WIB petugas Provos juga membawa Terdakwa Ade ke piket RTP Polrestabes. Dan terdakwa Ade mengakui bahwa sebelumnya Boy meneleponnya dan minta tolong ambilkan bungkusan tersebut untuk diserahkan kepada Boy, dan sabu tersebut sengaja dimasukkan ke dalam bungkusan makanan agar bebas dari pemeriksaan petugas piket dan perbuatan yang sama sudah dilakukannya beberapa kali pada beberapa waktu sebelumnya.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(ENC-NZ)

Komentar

Baca Juga