GM PLN UID Sumut Nilai Pentingnya Keselamatan Ketenalistrikan

EKSISNEWS.COM, Medan – General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut), Tommy Bellamy menilai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan yang sangat perlu dipahami masyarakat hingga sampai pada pelaku bisnis.

“Dibalik segala manfaat yang ada dan benefit yang didapat, kita juga perlu potensi berwaspada dari listrik,” kata Tommy Bellamy  saat membuka acara dialog di Multi Stakeholder Forum tentang Keselamatan Ketenagalistrikan oleh PLN UID Sumatera Utara, Senin (21/11/2022) di Hotel Grand CityHall Aston Medan.

Karena, dikatehui sebutnya, dari aspek ketenagalistrikan memiliki peranan penting dimasyarakat bahwa tidak bisa jalan (beraktifitas) tanpa listrik. Artinya, sangat vital bagi penggerak perekonomian masyarakat baik didunia maupun di Indonesia.

“Untuk itulah, kita sekarang ini lakukan sosialisasi keseluruh masyarakat (keselamatan ketenagalistrikan) dalam upaya melakukan proteksi-proteksi kita lakukan, seperti kabel terbuka kita coba untuk disolasi,” jelas Tommy Bellamy kepada wartawan secara usai memberi arahan di Multi Stakeholder Forum PLN UID Sumut.

Hal ini didasari pada statistik kecelakaan masyarakat umum pada tahun 2021, total korban yang diakibatkan kecelakaan ketenagalistrikan tersebut sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal, 10 orang luka berat dan 4 orang luka ringan.

Lebih lanjut, pada kesempatan itu Tommy Bellamy menjelaskan terhadap kondisi pelanggan di Sumut yang mayoritas adalah konsumen rumah tangga yang mencapai 4 juta pelanggan diluar pelaku industri dan bisnis yang berjumlah lebih kecil.

Namun demikian, dikatakannya secara proses pasang, industri dinilai cukup besar dengan daya terpasang mencapai 26%, dibanding untuk rumah tangga mencapai 50%.

“Relatif lebih banyak (Rumah Tangga) di Sumut,” ujarnya.

Terkait posisi kelistrikan di Sumut sebesar 2000 mega watt (MW) dengan beban puncaknya mencapai 2084 MW, dari daya pasok sebesar 2700 MW , ada cadangan daya 200 MW.

Dalam upaya memasok listrik dengan beban puncak 2000 MW disuplay melalui tenaga batubara, gas, minyak dan sarana energi, energi baru terbarukan.

40% lebih menggunakan energi baru terbarukan, yakni air dan panas bumi maupun lainnya.

Seperti halnya untuk Kepulauan Nias, diungkap menggunakan tenaga listrik dari bahan bakar minyak dan gas,”Kondisi aman, ada cadangan daya, sehingga tak khawatir,” paparnya menutup untuk selanjutnya digelar dialog menghadirkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut diwakilkan Plt Kadis Kominfo, Ilyas S Sitorus, Biro K3 PLN UID Sumut, Dinas Tenaga Kerja Sumut  dan GM Icon Plus. (ENC-2)

Comments are closed.