Gubsu dan Wagubsu Jangan Intervensi Pansel Jabatan Eselon Dua

MEDAN, Eksisnews.com – Lelang jabatan 16 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu Senin (8/7/2019) hari ini memasuki tahap ke tiga. Sebanyak 101 calon pejabat pimpinan tinggi pratama yang telah lulus tahap penulisan makalah (tahap ke dua) tersebut akan beruji mengenal watak dari seseorang seperti attitude, personality, interest, dan juga intelijensinya (psikotes) di Ruang Raja Inal Siregar (Aula Martabe) Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.

Kalangan berharap panitia seleksi (Pansel) jangan bermain-main dalam proses penjaringan dalam pejabat tinggi pratama tersebut. “Pansel jangan harus benar-benar independen alam proses tersebut. Jangan karena kedekatan, titipan dan hubungan kekeluargaan maka calon tersebut diluluskan, kami akan menyoroti hal itu,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari Sinik kepada Eksisnews.com Minggu (7/7/2019).

Menurut Azhari, walau akhirnya nanti ada tiga nama yang lulus tahap akhir di bidang yang dituju masing-masing dan kemudian diajukan Pansel ke Gubernur Sumut, untuk dipilih satu nama sebagai hak prerogratif Gubsu, tetapi tiga nama tersebut harus memang benar-benar lulus dalam tahapan ujian tersebut tanpa intervensi, jangan karena titipan. “Gubsu dan Wagubsu juga jangan ikut campur dalam tahap-tahap ujian calon pejabat eselon dua tersebut,” ujar Azhari.

Menurutnya, seperti analisis, rekam jejak dan pantauan LIPPSU ketahui, bahwa seperti untuk jabatan Kepala RS Prof Dr Ildrem ada tiga nama yang layak masuk tiga besar yakni, Suci Hayati yang merupakan isteri dari Dirut Rs Jiwa yang sudah nonjob Chadra Syafii menurut laporan jarang masuk dan kurang disiplin dalam bekerja.

Kemudian Wahid yang merupakan Wakil Direktur RS Haji Medan yang diketahui menguasai manajemen RS Jiwa Medan dan pernah menjadi Wadir di RS Jiwa tersebut sehingga Gubsu agar mempertimbangkannya.

‘Begitu juga dr Aris Yudhariansyah Kadis Kesehatan Labuhan Batu, memiliki rekam jejak yang kurang baik karena diduga terlibat dugaan korupsi dan pengangkatan TKS tanpa sepengetahuan Bupati dan Wakil Bupati Asahan.

Begitu juga di Inspektur yang layak adalah Ifdal, Konstantin Siboro, Lasro Marbun yang juga mantan Kadisdik DKI. Untuk jabatan Asisten Pemerintahan yang memiliki rekam jejak baik adalah Alia Gani Manurung, mantan Sekda Labuhan Batu Edi Sampurna Rambey, dan Saiful Bahri Siregar),” ujar Azhari.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan yang berpeluang kata Azhari adalah Basarin Yunus Tanjung yang juga Kabiro Otda, Hamdani Hasibuan dan M Khafi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, yang layak dipertimbangkan Gubsu adalah Damar Wulan, Hasmirizal Lubis.

“Begitu juga untuk Kepala Badan Kepegawaian Daerah. Yang memiliki jejak rekam baik adalah Abdullah Khair Harahap yang sekarang Kabid Mutasi BKD memiliki pengalaman di BKD puluhan tahun sehingga mengetahui betul manajemen kepegawai dan layak jadi kepala BKD.

Faisal Arif Nasution yang juga Kadibud Deliserdang juga Ketua IMI Sumut, kita berharap jangan ada titipan dari pejabat tertentu dan lainnya. Syahruddin Lubis dan Wasito juga memiliki pengalaman dan rekam jejak yang baik.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset M. Ismail Parenus Sinaga, Raja Indra Saleh dan Zulkifli yang juga Sekda Labusel.

Dalam rekam jejaknya Raja Indra Saleh cukup baik dan mengetahui tata kelola BPKAD , karena selama ini dianya sebagai Sekretaris BPKAD. Sementara lainnya diduga tidak sesuai bidang akademiknya,” jelasnya.

Untuk Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi, kata Azhari ada tiga orang yang layak, yakni Baharuddin Siagian, Riswan dan Suib Ritonga. “Namun yang memiliki jam terbang yang tinggi adalah Baharuddin Siagian, karena pernah di Dispenda dan Biro Keuangan Pemprovsu waktu lalu, sehingga mengetahui seluk beluk keuangan daerah dan pendapatan daerah,” jelasnya.

Selanjutnya kata Azhari, jabatan pimpinan tinggi pratama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang yang layak jadi pertimbangan Gubsu adalah Alfi Syahriza, Ardan Noor, Endar Sutan Lubis, Iswahyudi.

Dinas Kesehatan Afwan yang sudah lama menjadi Kabid di Dinkes, Alwi Mujahit Hasibuan juga sudah lama namun tidak menguasai Dinkes Sumut karena berasal dari luar daerah. Dan N. G. Hikmet punya pengalaman di dinkes.

Di Biro Umum dan Perlengkapan, Achmad Fadly, Erman Berita Hasayangan Harahap, Ita savitri layak dipertimbangkan.

“Kepala Biro Humas dan Keprotokolan. Nama Hendra Dermawan Siregar tidak asing lagi di biro humas dan keprotokolan karena sudah pernah jadi kabag keprotokolan sehinngga layak jadi pertimbanhan.

Kepala Biro Hukum Laksamana Putra Siregar dan Romoden Lubis layak dipertimbangkan. Romoden Lubis sangat layak selain menguasai bidang hukum juga sudah banyak jabatan yang diembannya menjadi pejabat eselon tiga.

Kita berharap Gubsu dan Wagubsu benar-benar menempatkan pejabat sesuai dengan bidangnya jangan sampai lelang jabatan hanya ecek-ecek alias sudah ada pengantinnya,” pungkasnya. (ENC-1)

Comments are closed.