Gubsu Jelaskan Kenapa Tanjungbalai Berstatus Zona Merah
EKSISNEWS.COM, TANJUNGBALAI – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menjelaskan terkait kenapa Kota Tanjungbalai ditetapkan berstatus Zona Merah.
“Karena banyaknya pelabuhan yang timbul diantara Kota Tanjungbalai dengan Kabupaten Asahan, sehingga para TKI dari negara Malaysia pasti berlabuhnya kesini, seperti tadi ada yang asal Jakarta dan Jawa Timur semuanya berlabuh kesini. Tapi saat ini sudah diisolasi oleh bapak Walikota Tanjungbalai,”ujar Gubsu saat mengunjungi RSUD Dr Tengku Mansyur dan lokasi isolasi TKI dari Malaysia.
Ia pun melanjutkan bahwa zona merah yang diberikan karena letak geografis Tanjungbalai. “Jika dilihat dari jumlah kasus, Tanjungbalai memang belum ditemukan pasien yang positif, tapi secara letak geografi bisa dikatakan zona merah agar diperhatikan datangnya orang terutama dari Malaysia,” terangnya.
Walikota Tanjungbalai M. Syahrial mengapresiasi kepedulian Gubernur Edy dengan mengunjungi langsung Kota Tanjungbalai. “Saya selaku Walikota Tanjungbalai, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang telah hadir untuk melihat situasi dari Kota Tanjungbalai. Dimana kehadiran beliau memberikan kami pencerahan dan ilmu untuk menuntaskan penyebaran dari Covid-19,” ujarnya.
Syahrial juga berpesan agar warga Tanjungbalai mengikuti intruksi Gubernur dengan tetap berada di rumah.”Saya juga mengimbau warga Kota Tanjungbalai agar tidak keluar rumah dan tetap menjaga kesehatan. Saya juga mengharapkan dengan kehadiran bapak gubernur meninjau RSUD T. Mansyur Tanjungbalai, dapat membantu memfasilitasi perlengkapan APD kami untuk menangani pasien PDP,” tambahnya.
Diketahui, didampingi Walikota Tanjung Balai M Syahrial dan Bupati Asahan Surya, Gubernur Edy Rahmayadi langsung mendatangi tempat Isolasi TKI dari Malaysia yang terletak di Kecamatan Sei Tualang Raso. Di sana Gubernur Edy bertemu dengan 20 orang TKI yang sedang dikarantina, juga terdapat 1 ibu hamil, 1 warga Jakarta dan 1 warga Madiun.
Bersamaan dengan itu, Edy pun menyerahkan bantuan kepada pihak rumah sakit berupa 50 Alat Perlindungan Diri (APD), 100 buah Rapid test dan 1.000 Masker. Setelah itu Gubermur meninjau keadaan ruang isolasi yang ada di RSUD Dr Tengku Mansyur.(ENC-2)
Comments are closed.