Harga Cabai Rawit dan Merah, Anjlok

MEDAN, Eksisnews.com – Setelah lebih dari 2 bulan, harga cabai rawit yang sebelumnya bertahan dikisaran Rp40 ribu / Kg. Pada hari ini harga cabai rawit anjlok menjadi sekitar Rp29 ribu / kg nya. Demikian halnya dengan harga cabai merah yang terpuruk ke kisaran Rp23 ribuan, dari harga terakhir sebelumnya yang sempat diperdagangkan dikisaran harga Rp28 ribu / Kg.

Penurunan harga cabai ini terbilang tiba-tiba. Penurunan tersebut terjadi disaat sejumlah harga kebutuhan pokok, khususnya sayur mayur belakangan ini berfluktuasi dengan sangat tajam. Fluktuasi tersebut dipicu oleh buruknya cuaca sebelumnya. Pada hari ini, penurunan harga cabai lebih dipengaruhi oleh banyaknya persediaan yang membanjiri pasar.

“Menurut pengamatan kami sejauh ini, stok cabai yang melimpah dimotori oleh tingginya produksi cabai di sejumlah daerah seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Batu Bara. Belum lagi ditambah dengan limpahan stok barang yang datang dari wilayah pegunungan. Jadi memang saat ini masa panen cabai tengah mengalami puncaknya,” terang  Gunawan pengamat ekonomi Sumut, Senin (12/11/2018).

Menurutnya, kemungkinan masalah harga yang bakal stabil dikisaran level tersebut, dirinya melihat tidak akan bertahan sangat lama. Harga akan kembali berfluktuasi, bisa naik atau turun tergantung dari sisi cuaca nantinya. Cabai masih akan terus berfluktuasi seiring dengan masih belum menentunya kondisi cuaca belakangan ini.

Disisi lain, harga daging ayam terpantau juga mengalami penurunan meskipun hanya sekitar Rp1000 / Kg nya menjadi Rp24 ribuan saat ini. Penurunan harga daging ayam tersebut, menurut pedagang sangat menguntungkan. Pedagang merasa nyaman dengan berjualan daging ayam dikisaran level tersebut.

Selain, tambahnya, sejumlah harga komoditas sayuran yang mengalami penurunan. Harga beras premium justru mengalami kenaikan sekitar Rp200 / kg nya. Kenaikan harga beras tersebut memang belum begitu dirasakan masyarakat. Akan tetapi beras sangat besar memberikan kontribusi laju kenaikan inflasi nantinya.(E2)

Comments are closed.