Ini Penjelasan Kepala UPT Puskesmas Tanjung Rejo Soal Meninggalnya Alm. Sugiono

EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan –  Pemberitaan meninggalnya Alm.Sugiono (65) warga Dusun XV Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang di salah satu media online beberapa waktu sempat viral.

Dalam pemberitaan tersebut menyebutkanm meninggalnya Alm. Sugiono diduga akibat dari penolakan salah seorang petugas medis yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis(UPT) Tanjung Tejo.

Pemberitaan dari salah satu media online terbitan medan tersebut sempat membuat resah dari para tenaga medis yang bertugas saat itu.

Kepala UPT Puskesmas Tanjung Rejo Dr.Budi Afrian  saat dikonfirmasi beberapa media di kantornyaSenin sore(13/4/20) mengatakan, pemberitaan tersebut sehingga mengejutkan seluruhnya yang bertugas di Puskesmas  Tanjung Rejo.

“Pemberitaan tersebut tidak melakukan konfirmasi pada kedua belah pihak. Kami juga bukan ingin melakukan pembenaran dalam hal ini,” ujarnya.

Menurutnya almarhum sebelumnya terjatuh di Desa Cinta Rakyat dan almarhum juga semasa hidupnya mempunya sakit pernapasan.

“Dan almarhum juga menjadi pasien tetap di Puskesmas Pembantu Desa Percut. Jadi pihak Puskesmas Tanjung Tejo Kecamatan Percut Sei Tuan yang tugas waktu itu tidak ada melakukan penolakan sesuai pemberitaan tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah terjatuh, almarhum mengalami struk lalu dibawa ke Puskesmas Tanjung Rejo dan setelah dilakukan pemeriksaan dan secara ilmu kedoktoran sudah kritis dan pihak Puskesmas menyarankan pihak keluarga untuk segera membawanya ke rumah sakit yang  terdekat untuk mendapat kan pertolongan yang lebih baik sekitar pukul 11.30 wib kamis(9/4/20).

“Tapi saran yang dailakukan oleh klinik, tidak langsung almarhum dibawa oleh keluarga kerumah sakit yang disaran kan, melain kan almarhum di bawa dan mungkin untuk di istirahat kan keluarga dirumah besan dari almarhum,” jelas Dr. Budi.

Lanjutnya, lebih kurang pukul 16.00 Wib dihari yang sama almarhum kembali kritis dan langsung dibawa ke rumah sakit swasta Joko yang ada di Desa Saentis.

“Baru beberapa saat sampai dirumah sakit tersebut, Allah berkata lain akhir nya almarhum menghembuskan napas nya yang terahir. Dan impormasi ini semua saya terima dari pimpinan rumah sakit swasta tersebut,” pungkas Kepala UPT Puskesmas Tanjung Rejo.

Kepala Dusun XV Desa Percut Suman Antoro tempat almarhum tinggal sehari hari nya ketika ditemui wartawan di rumahnya membenarkan bahwa almarhum semasa hidupnya dan keluarganya tinggal di dusun tersebut.

“Dan menurut impormasi yang saya dengar almarhum semasa hidupnya mempunya penyakit sesak napas tetapi almarhum tidak memperdulikan penyakit tentang dirinya,” pungkasnya. (ENC-1)

Comments are closed.