oleh

Ini Peran Para Tersangka Pembunuh Dua Wartawan di Labuhanbatu

MEDAN, Eksisnews.com – Lima dari delapan pelaku pembunuhan dua wartawan dan aktivis Maraden Sianipar (52) warga Jalan Gajah Mada, Gang Sampurna, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu dan rekanya Martua Siregar alias Pak Sanjai (42)warga Dusun Enam Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhabatu yang ditemukan tewas di perkebunan sawit di Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, beberapa waktu lalu berhasil diringkus oleh tim Satreskrim Polres Labuhanbatu dan Ditreskrimum Polda Sumut.

Para tersangaka yang diringkus adalah JKH alias K (42) warga Pajak Nagori, Dusun 5, Kecamatan Perdangangan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Tersangka adalah humas kebun kelapa sawit PT KSU Amelia. Tersangka  merupakan otak pelaku pembunuhan kedua korban yang ditemukan tewas di dalam parit tersebut.

Sementara pelaku lainya adalah VS alias Pak Revi (55) warga Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumut. Tersangka berprofesi sebagai petugas sekuriti kebun kelapa sawit KSU Amelia

Dalam keterlibatanya tersangka VS memukul korban Maraden Sianipar dengan menggunakan kayu bulat sepanjang sekitar satu meter yang didapatkannya dari sekitar lokasi kejadian yang selanjutnya tersangka langsung menarik korban dan memasukkan korban ke dalam parit bekoan.

Kemudian tersangka SH, alias PT (55 ) warga Jalan Sei Siali Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara, yang juga bekerja sebagai petugas sekuriti kebun kelapa sawit PT KSU Amelia, Tersangka ikut memukul korban dengan kayu bulat panjang sekitar satu meter.

Tersangka SH bersama tersangka VS menyeret korban dan memasukkan tubuh korban ke dalam parit bekoan. Disamping itu tersangka insial SH juga yang mempersiapkan alat-alat sajam berupa kelewang dan parang dari rumah. Disamping itu tersangka juga yang membuang sepeda motor korban ke dalam parit yang tak jauh dari lokasi.

Tersangka lainnya adalah DS alias Niel (40) warga Desa Pardomuan Kasindir, Kelurahan Nagori Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Tersangka DS alias Niel juga merupakan petugas sekuriti kebun kelapa sawit PT KSU Amelia dan tersangka dalam menjalankan perannya sebagai penerima perintah untuk menghabisi korban yang disebut sebagai penggarap. 

“Jadi menurut pengakuan DS, dirinya  mendapat perintah dari JH, kemudian dia merekrut pelaku lainnya. DS membacok telapak tangan dan mencekik leher korban bernama Pak Sanjai.

Dalam menjalankan aksinya si tersangka ini  mendapatkan upah sebesar Rp 10 juta dan membagikan uang kepada rekan lainya yaitu tersangka lainnya,” jelas Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Wakapoldasu Kombes Pol Mardiaz Khusin dan Direskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian dan pejabat utama dalam konferensi Pers di Mapoldasu Jumat (8/11/2019)

Agus Andrianto menyebutkan, pelaku lainya adalah HP, (40) warga Jalan Ir H, Juanda, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan yang berperan mengirim sejumlah uang dengan otak pelaku berinisial JHK.

“Hanya saja, dia masih belum mengakui terlibat dalam pembunuhan dua orang yang disebut sebagai penggarap di lahan perkebunan PT KSU Amelia itu. Perkebunan PT KSU Amelia adalah milik mertua dari HP,” ujarnya.

Kapoldasu juga mengatakan tiga orang pelaku lainnya mash dalam pengejaran (DPO) yang di antaranya berinsial JS (20), warga Kabupaten Labuhanbatu. Perannya adalah mengejar dan menikam bagian perut korban sebanyak satu kali dan tersangka juga mengendarai sepeda motor sambil membawa satu bilah parang.

“Tersangka juga mengangkat dan membuang mayat korban ke dalam parit bekoan. Dalam menjalankan aksinya, tersangka juga menerima upah sebanyak Rp 7 juta,” ujar Kapolda.

Kemudian tersangka lainnya kata Kapoldasu adalah  RI (20) warga Kasindir Tiga Balata, Kabupaten Simalungun yang peranya ikut menusuk bagian perut korban Maraden Sianipar sebanyak empat kali, membacok bagian punggung korban sebanyak tiga kali, menusuk bagian bokong korban satu kali dan menusuk perut korban Pak Sanjai.

“Usai menjalankan aksinya tersangka juga memperoleh bagian sebanyak Rp 7 juta dan tersangka berinsial HS (38) yang bekerja sebagai Sekuriti PT KSU Amelia  warga Perdagangan yang berperan ikut  membacok korban sampai tewas dan usai menjalankan aksinya tersangka juga mendapat bagian sebesar Rp 9 juta.

Motif yang dilakukan para pelaku dalam  melakukan pembunuhan terhadap kedua korban kata Agus Andrianto adalah diduga kedua orang korban melakukan penggarapan lahan yang merupakan milik perkebunan PT KSU Amelia. Lalu pria berinsial HP yang disebut merupakan menantu dari pemilik perkebunan berkoordinasi dengan pelaku lainnya.

“Dari hasil interogasi yang dilakukan petugas, pria berinsial HP yang memberikan uang terhadap sejumlah pelaku dan tersangka juga meminta agar pelaku menjaga kebun dari para penggarap, jika ada yang melawan dan tidak mau diusir harus dibunuh terutama dilakukan terhadap korban Maraden Sianipar,” jelas  Kapoldasu.

Disebutkanya lagi, setelah para pelaku melakukan pembunuhan, mereka menerima kiriman uang dari Wati selaku bendahara KSU Amalia sebesar Rp 40 juta yang selanjutnya uang tersebut langsung dibagi-bagi terhadap para pelaku lainya.

“Dalam pengakuan para pelaku dimana mereka ada mendapatkan uang yaitu tersangka berinsial JS dapat uang sebesar Rp 7 juta, DS dapat Rp 17 juta, HS dapat Rp 9 juta dan tersangka insial JHK mendapatkan Rp 7 juta,” sebutnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Poldasu Kombes Pol Andi Rian juga turut membeberkan dan menyebutkan jika para pelaku ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda.

“Jadi dalam penangkapan pertama sekali yaitu tersangka insial VS dan SH, kedua tersangka awalnya ditangkap di Kecamatan Panai Hilir, kemudian selanjutnya dari pengembangan baru ditangkap juga tersangka berinsial DS dari rumah saudaranya di Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas.

Lalu tersangka insial JH ditangkap di kos-kosannya di Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe dan pelaku terakhir yang ditangkap adalah tersangka berinsial HP yang ditangkap di Kompleks Perumahan CBD, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan,” kata Kombes Andi Rian.

 Kasubdit III Umum AKBP Maringan Simajuntak turut  menjelaskan bahwa kasus yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia atau tewas di Kabupaten Labuhan Batu masih terus dilakukan pengejaran dan diproses. Menurutnya lagi jika dari pelaku yang ditangkap turut diamankan sejumlah barang bukti oleh pihak petugas untuk kepentingan proses lebih lanjutnya lagi.

Barang bukti yang ada diamankan Kata Maringan yakni satu unit Honda Revo warna hitam liris biru BK 5158 VAB, satu unit sepeda motor Honda Supra X BK 2220 IO, satu potong kaus dalam berlumuran darah, satu potong kaus warna hitam serta satu unit ponsel yang digunakan tersangka.

“Disamping itu, kita juga melakukan tindakan tegas dan terukur (tembak) pada bagian kaki dua orang pelaku karena mencoba melawan petugas dan berusaha mau khabur, kedua para tersangka yaitu tersangka berinsial DS dan insial JH,” sebut AKBP Maringan.

Menurut Kasubdit III Umum AKBP Maringan Simanjuntak juga mengatakan, atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 340 Jo Pasal 338 dan atau Pasal 55, 56 KUHPidana.

“Atas perbuatan yang dilakukan para pelaku maka akan kita persangkakan dengan pasal tersebut yaitu dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau selama-lamanya kurungan 20 tahun penjara,” pungkas AKBP Maringan Simanjuntak mengakhirin penjelasanya. (ENC-Bucos)

Loading...
loading...

Komentar

Baca Juga