Ini Sejumlah Proyek EBT – RUPTL 2021 -2030 di Sumut
EKSISNEWS.COM, Medan – General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Octavianus Padudung mengutarakan sejumlah proyek energi baru terbarukan (EBT) yang merupakan implementasi dari rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) tahun 2021 – 2030 saat ini masih dalam tahap perencanaan terutama untuk pembangunan di daerah Sumatera Utara (Sumut)
“Dimulai tahun 2022 nanti sudah ada yang masuk porsi EBT,” kata Padudung dalam acara Colaboration With Media di Kantor PT PLN (Persero) UIP Sumbagut Jalan Dr Cipto Medan, Rabu (22/12/2021). Hadir juga sejumlah Senior Manager (SRM) antara lain SRM Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi Cokky Anthonius Ferry Yuska, SRM Perencanaan Raja Muda Siregar, SRM Operasi Konstruksi 1 Hartono, SRM Operasi Konstruksi 2 Hendro Prasetiawan, SRM Keuangan Anggaran dan Umum Tomu Murniaty Sibarani dan para Manajer Sub Bagian (MSB) serta Assisten Manajer (Asmen) Komunikasi dan TJSL Efiaty Polapa serta lainnya.
Padudung menyebutkan sebagai awal di tahun 2022 mendatang akan masuk dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sorik Merapi sebesar 45 MW.
Selanjutnya, di tahun 2023 diikuti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan I dan II dengan total 88 MW. Demikian juga di tahun 2024 menyusul Asahan III mencapai 2×87 MW dan di tahun yang sama PLTP Sorik Merapi kembali masuk secara keseluruhan 240 MW.
“Jadi, sudah beroperasi sekarang unit I dan II mencapai 90 MW, secara instal kapasiti diyakini yang masuk bisa lebih dari itu,” katanya.
Namun, Padudung menambahkan, untuk proyek-proyek yang dinilai masih perencanaan dan belum jelas pendanaannya di tahun 2022 yang berbasis fosil dipastikan sudah tidak ada.
“Karena, kita akan menuju ke green energy. Nah, ini kenapa masih ada 34,5 %, itu karena sudah on going,” ujarnya.
Lebih lanjut, disampaikan mengenai PLTA Asahan III, berdasarkan progres pembangunan pembangkit PLTA Asahan III hingga akhir 2021 sudah 52 persen. Adapun total nilai pengerjaan secara menyeluruh berkisar Rp 3,5 triliun dengan lima paket pengerjaan. Dengan ketentuan akan beroperasi Asahan unit satu diakhir Desember 2023.
Sedangkan, untuk Asahan unit II pada Maret 2024.”Sebelum pemilu terealisasi, progres sudah 52%, secara overall 52% terdiri dari pekerjaan. Kita optimis sejauh tak ada dugaan, akan beroperasi Maret 2024,” paparnya.
Dalam kesempatan ini, GM PLN UIP Sumbagut juga menyampaikan pentingnya peran media massa baik elektronik, cetak dan online berkolaborasi dengan PLN untuk memberikan pencerahan ke masyarakat terkait kinerja PLN di lapangan. Mulai dari pembangunan pembangkit, jaringan, gardu induk, pembebasan lahan, pemeliharaan aset PLN hingga pemeliharaan jaringan aset PLN yang telah beroperasi.
“Sehingga masyarakat mengetahui sisi-sisi humanis dalam pembangunan kelistrikan di Sumatera bagian Utara khususnya di Sumut,” paparnya sembari menyampaikan dengan pemberitaan di media akan mendukung kinerja PLN dalam peningkatan pembangunan kelistrikan yang semakin baik dan andal di Sumut.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh keakraban diikuti para perwakilan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Listrik (PETIR), Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumut dan Korwalis.
Ketua PETIR Amru Lubis dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ke depannya PLN khususnya UIP Sumbagut semakin berkolaborasi dengan media guna melahirkan sinergitas pemberitaan lebih baik dalam pengembangan kelistrikan yang semakin andal serta terwujudnya Sumut semakin terang dan bermartabat.(ENC-2)
Comments are closed.