Isa Anshari: Saya Beri Uang ke Syamsul, Tak ada Cerita untuk Walikota

EKSISNEWS.COM, Medan –  Saat menjadi saksi di sidang lanjutan kasus suap Walikota Medan Non Aktif T Dzulmi Eldin yang digelar di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Isa Ansyari Kadis PU Medan non aktif mengaku memberi uang senilai total Rp530 juta kepada Syamsul Fitri sebagai Kasubbag Protokoler melalui beberapa kali tahapan Senin, (20/4/2020).

Dipersidangan yang masih berlangsung secara teleconference tersebut, dihadiri 7 orang saksi terdiri dari beberapa Kadis dan Protokoler.”Pertama Rp20 juta ada 4 kali, kemudian Rp200 juta sekali, Rp250 juta sekali, uang itu saya kasih,” ujar Isa Ansyari

Mendengar hal itu Ketua Majelis Hakim, Abdul Azis kemudian bertanya kepada siapa saksi Isa Ansyari memberikan uang tersebut?. Dengan nada rendah Isa menjawab kalau dirinya memberikan uang tersebut sesuai permintaan Syamsul.”Yang minta Syamsul, Syamsul tak cerita untuk kepentingan Walikota,” ucap Isa Ansyari dihadapan majelis Hakim.

Saat ditanya kenapa dirinya mau memberikan uang sebesar itu kepada Syamsul Fitri, dirinya menuruti permintaan Syamsul karena yang bersangkutan merupakan protokoler dan orang kepercayaan Walikota Medan.”Karena saya menganggap bahwa Syamsul merupakan protokeler Pemko dan orangnya walikota,” ungkap Isa Ansyari.

Sementara itu saksi lain, Abdul Johar yang merupakan sekertaris Kepala Dinas Pendidikan Pemko Medan mengaku bahwa dalam kasus itu Syamsul Fitri datang meminta bantuan kepadanya karena alasan Pak Wali akan berangkat ke Jakarta.

“Pak Syamsul datang langsung ke saya, minta bantuan katanya pak wali mau berangkat ke Jakarta. Beberapa hari kemudian saya berikan uangnya Rp100 juta,” ujarnya.

Mendengar keterangan saksi, Majelis Hakim tampak terkejut dan menanyakan kenapa Syamsul datangi saksi?.

“Lho kenapa kok Syamsul datangnya ke anda, anda kan sekertaris bukan Kadis? Menurut anda dia (Syamsul) datang berkaitan kedinasan atau pribadi? Apa selanjutnya anda tidak memberitahukan itu ke Kadis,” tanya majelis hakim kepada saksi.

Namun saksi yang merupakan sekertaris Kadis Pendidikan itu berpendapat bahwa kedatangan Syamsul karena permintaan pribadi. “Menurut saya itu pribadi Majelis, karena dia (Syamsul) datangnya ke saya. Saya tidak beritahukan ke Kadis pada saat itu,” jawab saksi.

Mendengar jawaban itu majelis Hakim heran dan kembali mempertanyakan kenapa Abdul Johar alasannya memberikan uang. “Kok bisa anda memberikan uang sebesar itu padahal anda bukan Kadisnya? Apakah karena anda mengharapkan jabatan tertentu? Sekarang apa jabatan saudara?,” tanya Hakim kembali kepada saksi.

Menjawab pertanyaan dari Majelis Hakim saksi pun mengatakan karena Syamsul datang kepadanya.”Siap, karena dia datangnya ke saya majelis. Saya masih sekertaris sampai sekarang,” jawab Abdul Johar.

Sedangkan Iswar, Kadis Perhubungan yang juga hadir sebagai saksi menyatakan, Syamsul fitri dua 2 kali datang langsung menemuminya. Dikatakan Iswar, Syamsul mengatakan minta bantuan karena kekurangan uang operasional walikota.

Atas permintaan Syamsul Fitri tersebut, Iswar kemudian memberikan uang sebesar Rp200 juta melalui dua kali tahap pemberian. Yang pertama sebesar Rp150 juta dan yang kedua sebesar Rp50 juta.

Sedangkan saksi Suherman, Kadispenda/ Badan pengelola Pajak Pemko Medan mengaku bahwa Syamsul datang beberapa kali meminta bantuan uang operasional walikota. Sebelum rombongan Pemko Medan berangkat ke Jepang dirinya mengaku memberi Rp110 juta, kemudian sepulang rombongan dari jepang sebesar Rp100.

Saksi lain, Khairunisa yang merupakan Kadis Pemberdayaan Perempuan Pemko Medan juga mengaku memberikan uang Rp70 juta atas permintaan Syamsul melalui telpon. Uang tersebut diberikannya melalui beberapa kali tahap pengiriman.

Sementara itu Syamsul Fitri sebagai Kasubbag Protokoler Pemko Medan yang juga hadir sebagai saksi dalam kasus itu tetap pada kesaksiannya sesuai BAP. Dirinya mengaku bahwa terdakwa memerintahkannya menemui para Kadis untuk secara bergiliran untuk memenuhi biaya operasional terdakwa secara kedinasam maupun pribadi.

“Pak wali menyuruh saya untuk menemui dinas-dinas, “Minta sama Kadis-kadis”, katanya sama saya. Itu untuk kegiatan baik di tarakan ataupun di Jepang,” jelas Syamsul Fitri menirukan perintah Eldin.( ENC-NZ)

Comments are closed.